Bangkai Babi Menyengat di Tepi Sungai Sibundong

  • Whatsapp
Foto: Bangkai babi yang tengah membusuk dibuang di tepi sungai Sibundong. (Foto: AND)

SmartNews, Dolok Sanggul – Bangkai Babi yang diduga terserang virus Hog Cholera menyengat dari samping jembatan sungai Sibundong yang menghubungkan Jl. Letkol GA Manulang-Desa Purba Manalu, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019).

Bangkai babi tersebut diduga dibuang oleh warga secara sembarangan sejak dua pekan lalu, sehingga menimbulkan bau yang sangat menyengat dan menganggu pengendara dan pejalan kaki.

Bacaan Lainnya

Erikson Simbolon, warga Desa Purba Manalu, Kecamatan Dolok Sanggul mengaku resah atas pembuangan bangkai babi oleh orang tak dikenal di tepi sungai itu.

“Kami sangat terganggu atas pembuangan bangkai babi tersebut. Tiap hari kami harus mencium aroma tidak sedap,” keluhnya.

Katanya, pembuangan bangkai babi itu, bukan kali pertama di tepi sungai Sibundong. Namun sudah berkali-kali, sehingga menimbulkan keresahan bagi warga setempat.

“Pembuangan bangkai babi ini, sudah cukup lama dan berulang. Bangkai babi yang sudah membusuk itu diduga sengaja dibuang orang tak dikenal,” ungkap Erikson.

Bangkai babi yang dibuang di tepi sungai Sibundong itu sudah bengkak dan dipenuhi belatung.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Humbahas, Minrod Sigalingging mengaku sudah mendapat laporan dari masyarakat.

Dia memaparkan bahwa pembuangan bangkai babi secara sembarangan dapat mengganggu lingkungan sekitar. Selain menimbulkan bau tidak sedap juga dapat mengundang penyakit di area sekitar.

“Melalui pemerintah, kita mengimbau masyarakat agar sama-sama menjaga lingkungan dan tidak sembarang membuang bangkai babi. Baiknya dikubur dan bisa jadi kompos untuk tanaman,” ujarnya.

Untuk mengamankan bangkai tadi, kata Minrod, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan Dolok Sanggul.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Bangkai babi tadi akan segera diamankan, sehingga tidak mengganggu lingkungan apalagi berada di kawasan permukiman,” tukasnya. (AND)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *