Waket DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani: Perhatian Pemprovsu Minim ke Tapteng

  • Whatsapp
Foto: Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani. (Dok-Istimewa)

SmartNews, Pandan – Wakil Ketua (Waket) DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani, menyebutkan, minimnya perhatian Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprovsu) terkait pembangunan di tanah kelahirannya, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Demikian disampaikan Rahmansyah Sibarani saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (3/12/2019).

Selaku Anggota DPRD Sumut pilihan rakyat dari Dapil Sumut IX, kata Rahmansyah, hal itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab, bagaimana ke depan agar pembangunan di Kabupaten Tapanuli Tengah semakin meningkat.

“Inilah yang menjadi tanggung jawab dan pertarungan harga diri kami sebagai DPRD Sumut dari Dapil Sumut IX. Saya akan pastikan setelah selesai kunjungan kerja ini, kami akan memanggil dinas-dinas terkait untuk RDP (Rapat Dengar Pendapat),” tegas Rahmansyah saat pertemuan dengan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani di kantor bupati, Jl. Dr. Ferdinand Lumbantobing, Pandan, Selasa (3/12/2019)

Selanjutnya, menanggapi pernyataan Bupati Tapteng terkait usulan pembangunan 2 masjid di Negeri Wisata Sejuta Pesona itu, yakni Masjid Al-Muslimin Pandan dan Masjid Raya Barus, Rahmansyah mengungkapkan telah memanggil Biro Binsos Provsu.

“Khusus mengenai usulan pembangunan kedua masjid itu, kami sudah memanggil Biro Binsos Provsu dan berkomunikasi dengan Gubernur Sumatera Utara,” katanya.

“Gubernur berjanji di tahun 2020, pembangunan kedua masjid tersebut akan terwujud, dan hal ini akan kami pastikan dengan Biro Binsos Provsu untuk kejelasan pembangunan kedua masjid yang telah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provsu Dr. Jonius TP. Hutabarat, mengatakan akan memperjuangkan pemerataan pembangunan di Tapteng.

“Kami akan memperjuangkan pemerataan pembangunan di Kabupaten Tapanuli Tengah agar menjadi perhatian oleh Pemvropsu, karena selama ini sangat minim,” sebut mantan Kapolres Tapanuli Utara itu. (ril/snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *