Ini Manfaat Dana Desa di Pulo Pakkat II Suka Bangun

  • Whatsapp
Foto: Infrastruktur Jalan Menggunakan Dana Desa di Desa Pulo Pakkat II, Kecamatan Suka Bangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. (Dok)

SmartNews, Tapteng – Desa Pulo Pakkat II, Kecamatan Suka Bangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, mulai bersinar. Ditandai dengan pembenahan infrastruktur desa menggunakan anggaran dana desa.

Kepala Desa Pulo Pakkat II, Poltak Bangun Lumbantoruan, mengungkapkan, tahun 2019, Desa Pulo Pakkat II mendapatkan alokasi dana desa senilai total Rp742,5 juta. Dana ini digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti pembangunan infrastruktur jalan dan lampu penerangan jalan umum.

Bacaan Lainnya

Juga pemberian insentif untuk peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, kebudayaan, dan keagamaan. Ada juga pemberian hadiah bagi siswa berprestasi, baju seragam anak sekolah.

“Kemudian, pemberian makanan tambahan anak sekolah, balita dan ibu hamil. Ada pula pelayan kesehatan untuk kelompok lansia hingga pengembangan sanggar seni dan belajar,” ujar Poltak Bangun Lumbantoruan, Jumat (20/12/2019).

Poltak menjelaskan, dana desa tersebut juga digunakan untuk pemberdayaan masyarakat di antaranya, bimbingan teknis sistem keuangan desa untuk peningkatan pemberdayaan kapasitas aparatur desa.

Kemudian, kegiatan pelatihan dan pendidikan formal, sosialisasi hukum dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa, serta bintek kader teknis desa.

Poltak mengungkapkan, seluruh pekerjaan fisik dari anggaran dana desa di Desa Pulo Pakkat II, yang mulai dilaksanakan sejak Juni 2019, telah selesai dikerjakan pada Oktober 2019.

Foto: Kepala Desa Pulo Pakkat II, Poltak Bangun Lumbantoruan.

Dia kemudian merinci, anggaran dana desa tersebut sebagian digunakan untuk membangun jalan rabat beton sepanjang 435 meter di Dusun I, Desa Pulo Pakkat II. Totalnya itu berkisar Rp360,1 juta.

Pembangunan lampu penerangan jalan umum sebanyak 7 unit dengan anggaran senilai Rp123 juta, bantuan insentif pelayanan pendidikan dan kebudayaan Rp12,7 juta, bantuan insentif pelayanan pendidikan dan keagamaan, Rp12 juta.

Kemudian, bantuan insentif kader kesehatan posyandu Rp16 juta, pemberian hadiah bagi siswa berprestasi Rp25 juta, pemberian baju seragam bagi anak sekolah PAUD dan madrasah Rp20 juta.

Pemberian makanan tambahan anak sekolah, balita dan ibu hamil Rp30 juta, pelayanan kesehatan untuk kelompok lansia Rp45 juta, pengembangan sanggar seni dan belajar Rp25 juta.

Untuk bidang pemberdayaan, lanjut Poltak, biaya bimbingan teknis sistem keuangan desa untuk peningkatan pemberdayaan kapasitas aparatur desa senilai Rp7,8 juta, kegiatan pelatihan dan pendidikan formal Rp57,8 juta.
Ada juga biaya sosialisasi hukum dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa Rp5,1 juta, dan bintek kader teknis desa Rp2,9 juta.

Poltak menambahkan, selain itu ada juga kegiatan Silpa tahun anggaran 2018 yang lalu sebesar Rp120 juta. Dana Silpa tersebut digunakan untuk pembangunan 1 unit MCK di Dusun II, Desa Pulo Pakkat II, Kecamatan Suka Bangun.

Foto: Proses Finishing Pembangunan MCK.

“MCK yang dibangun ini memiliki 4 kamar mandi,” tutur Poltak.

Pantauan di lapangan, jalan dengan rabat beton yang telah rampung dikerjakan pada Oktober 2019, terlihat sangat bagus dan sudah dapat dimanfaatkan warga desa.

Demikian pula dengan keberadaan lampu penerangan jalan umum menggunakan tenaga surya di desa tersebut juga telah membuat Desa Pulo Pakkat II, semakin bersinar di malam hari. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *