Sudah Ada Biaya, Jenazah Balita Itu Akhirnya Dikebumikan

  • Whatsapp
Foto: Jenazah Marissa Saragih di Dalam Peti Mati saat Akan DIbawa untuk Dikebumikan, Snein 3 Februari 2020. (Foto: Istimewa)

SmartNews, Sibolga – Jenazah Marissa Saragih balita 6 bulan itu sudah dikebumikan, Senin siang (3/1/2020), sekitar pukul 09.30 WIB di kawasan gunung jalan enam, Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga, Sumatra Utara (Sumut).

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori yang juga ikut serta mengantarkan balita malang itu ke peristirahatannya yang terakhir.

Bacaan Lainnya

Menurut Jamil Zeb Tumori, setelah dirinya melakukan penggalangan dana untuk penguburan, barulah jenazah Marissa Saragih dapat dikebumikan.

“Sejak kita mengetahui bahwa orangtuanya tidak memiliki biaya untuk penguburan balita (Marissa Saragih) tersebut, saya langsung mendatangi tempat tinggal mereka. Saat itu saya berjanji melakukan penggalangan dana,” ujar Jamil kepada SmartNews, Senin malam.

“Dana yang berhasil kita galang sebesar Rp2,3 juta, peruntukannya adalah membeli peti mati, sisanya untuk biaya kehidupan keluarga Marissa,” sambung Jamil.

Menurut Jamil, dana itu ia kumpulkan dari sahabatnya, baik pengusaha, dan ada juga dari anggota DPRD Sibolga, kemudian aktivis.

Katanya, saat penguburan jenazah Marissa Saragih, tidak dihadiri oleh ayahnya, karena sedang melaut untuk mencari nafkah.

“Ayahnya tidak dapat hadir menghadiri penguburan jenaza Marissa Saragih, karena beliau sedang melaut mencari nafkah. Walau begitu, kabar duka ini sudah sampai ke ayahnya,” sebut Jamil.

Ketua Partai Golkar Kota Sibolga itu kemudian menceritakan bagaimana kehidupan keluarga Marissa Saragih.

Menurut Jamil, setahun lalu, keluarga tersebut datang dari Riau ke Kota Sibolga, dan menumpang di rumah salah seorang warga di Lingkungan III, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Dewa, Kota Sibolga.

Selama ayahnya melaut, Marissa dan dua saudaranya dijaga oleh ibunya boru Manik.

“Pemilik rumah itu kenalan orangtua Marissa, mereka awalnya minta tolong, dan pemilik rumah itu menolong mereka, dan tinggal di bagian dapur. Jadi pada Minggu kemarin Marissa sakit dan tidak dibawa berobat karena orangtuanya tidak punya biaya. Lalu meninggal sekitar pukul 16.00 WIB,” sambung Jamil.

“Jangankan biaya berobat, biaya makan aja pun ndak punya mereka, karna pas-pasan lah,” ungkapnya.

#Keluarga Marissa Saragih Belum Terdaftar Sebagai Warga Sibolga

“Jadi tadi Lurah sudah berjanji saat sambutannya akan membantu administrasi keluarganya supaya mereka (keluarga Marissa Saragih) bisa menjadi penduduk Sibolga,” sebut Jamil.

Selamat Jalan Adek Kecil. Damailah di sisi Tuhan. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *