Taput Siap Produksi Massal Alat Pelindung Diri

  • Whatsapp
Tapu Siap Produksi Massal APD
Foto: Bupati Taput Nikson Nababan bersama jajarannya saat meninjau Balai Kerja (BLK) Silangkitang, Kecamatan Sipoholon, Sabtu (21/3/2020).

SmartNews, Tapanuli – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus melakukan langkah-langkah sebagai upaya dalam mengantisipasi penyebaran virus corona (covid-19). Salah satunya dilakukan saat Bupati Taput Nikson Nababan meninjau Balai Kerja (BLK) Silangkitang, Kecamatan Sipoholon, Sabtu (21/3/2020).

Bupati berpesan agar BLK memberdayagunakan potensi dan meningkatkan jumlah produksi dalam menghadapi kelangkaan berbagai Alat Pelindung Diri (APD).

Bacaan Lainnya

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berupaya keras dalam mengatasi kelangkaan masker maupun hand sanitizer. Kita akan meningkatkan produksi APD ini yang dimana bahan pembuatan alkoholnya merupakan hasil lokal kita sendiri. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, produksi BLK Silangkitang ini dapat dibagikan kepada masyarakat luas,” kata Nikson.

“Kita upayakan agar produk yang sangat dibutuhkan masyarakat sekarang ini, dapat diproduksi dalam jumlah yang lebih besar. Selain itu, Pemkab juga terus melakukan disinfektanisasi dan menempatkan hand sanitizer di area publik termasuk rumah ibadah,” sambungnya.

Kepada Sekda dan pimpinan OPD terkait, Bupati memberikan instruksi seperti penyediaan dana untuk mendukung pengadaan bahan serta penambahan tenaga kerja.

“Lakukan segala upaya untuk mempercepat produksi alkohol ini. Kegiatan kemanusiaan seperti ini butuh tenaga ekstra. Kami mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan tetap menjaga kesehatan. Kita bersatu menangkal penyebaran virus corona,” tegasnya.

Nikson juga menyampaikan kepada masyarakat bisa datang ke BLK untuk belajar bagaimana cara produksi ADP ini, sehingga dapat dibuat oleh masing-masing orang.

“Semua harus memberi perhatian yang serius dalam mendukung upaya pencegahan penyebaran virus corona,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Naker Sofian Simanjuntak menjelaskan beberapa karya yang telah berhasil diproduksi yakni pembuatan hand sanitizer, masker, wastafel mobile, disinfektan, dan alat proses destilasi termasuk proses produksi alkohol dari bahan buah nenas.

“Kita menggunakan Nenas Sipahutar sebagai bahan lokal, dimana 4 buah nenas akan menghasilkan 1 liter alkohol yang terlebih dahulu difermentasi selama 3 hari dan dilanjutkan penyulingan dengan menggunakan alat destilasi yang kita produksi sendiri,” papar Sofian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *