Ini Saran Kak Seto Agar Anak Belajar dengan Gembira di Rumah

  • Whatsapp
FOTO: Dr. Seto Mulyadi. (Foto: Dok-istimewa)

SmartNews, Tapanuli – Banyak hal yang bisa dilakukan oleh keluarga selama masa isolasi Covid-19. Psikolog Dr. Seto Mulyadi menyarankan beberapa hal seperti dongeng dan sulap untuk mengajarkan anak belajar di rumah.

“Untuk menghadapi anak-anak siapkan kekuatan sabar. Siapkan dongeng, bisa saja dengan boneka. Atau sulap. Tentu butuh kreatifitas dan berkarya membuat alat sulap sederhana,” kata Dr. Seto Mulyadi sebagaimana dilansir Liputan6.com, Sabtu (4/4/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dalam konteks isolasi Covid-19, ia berharap momen ini bisa menjadi kesempatan untuk menjalin keharmonisan keluarga.

“Kita bisa berdialog di keluarga. Jangan stres atau uring-uringan karena kekuatan ada pada diri kita. Salah satu resepnya adalah gembira,” jelasnya.

Gembira yang dimaksud, lanjut Seto, merupakan singkatan yang berarti G (Gerak), “Bergeraklah, senam pagi, bekerja juga bergerak seperti menyapu lantai, membersihkan jendela, menyuci pakaian dan sebagainya.

Lalu selanjutnya E (Emosi tenang), “Marah boleh, tapi marah yang cerdas. Tidak membanting piring, menutup pintu yang keras dan sebagainya. Sebaliknya, ungkapkan rasa sayang Anda pada anak, suami atau istri. Misalnya, ‘Ayo, kita belajar, kita janji kan mau belajar sama-sama. Kalau memang marah, ungkapkan, ayah marah misalnya, ayo kita perbaiki sama-sama.”

Kemudian M (Makan dan Minum sehat), “Mengonsumsi sayur dan buah yang bergizi, tempe dan tahu juga mengandung gizi positif untuk kesehatan.”

Lalu B (Berdoa dan Beribadah), hal ini bisa dilakukan di rumah saja. “Kita dekatkan diri pada Tuhan yang Maha Kuasa. Kekuatan doa membuat kita tetap tenang.”

I (Istirahat), tetap istirahat agar bisa terus memberikan perhatian pada putra dan putri tercinta.

R (Rukun, Ramah) di dalam keluarga. “Lupakan konflik, inilah kesempatan kita untuk merapatkan barisan dalam keluarga.”

A (Aktif berkarya), apapun bisa Anda lakukan untuk mengajak anak belajar di rumah. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengubah lagu lain untuk menjadi pelajaran. “Meminjam lagu Bintang Kecil, Protozoa, hewan Bersel satu. Porifera, Hewan yang Berpori. Coelenterata, Hewan yang berongga. Cacing itu Vermes, namanya.”

“Semua bisa dilakukan mudah. Mari kita menjadi pahlawan untuk diri sendiri dan orang lain, mari bersinergi dalam keluarga,” imbuhnya. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *