Anak Dianiaya Ayah Kandung di Sibolga, Ini Penjelasan Polisi

  • Whatsapp
Viral Bocah Dianiaya Ayah Kandung di Sibolga
Foto: Tangkapan Layar.

SmartNews, Tapanuli – Personil Polres Sibolga telah menerima laporan kakek korban terkait aksi penganiayaan oleh ayahnya kandungnya dalam sebuah video yang beredar di jagat media sosial baru-baru ini.

Sebelumnya diberitakan dalam sebuah video viral menampilkan sosok laki-laki bertopi, berbaju kaos motif putih, kuning, dan hitam sedang mengamuk di sebuah rumah. Laki-laki tersebut tampak memarahi seorang bocah sampai menangis dan merasa ketakutan.

Bacaan Lainnya

Diduga, aksi kekerasan itu sengaja direkam untuk memberitahu kepada ibu korban mengenai kondisi keluarganya sekarang. Maksudnya, menyuruh agar ibunya tersebut pulang ke rumah.

“Mak, pulang lah mamak, sudah marase aku dibikin bapak, ndak diperdulikan kami,” kata si bocah dalam video.

“Truss (bilang),” bentak laki-laki itu lagi. Meskipun sudah dalam kondisi kesakitan, pria itu tanpa ampun terus melancarkan aksinya tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/4/2020) sekira pukul 18.30 WIB di Jalan Kader Manik Lorong III, Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.

Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu R Sormin dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (20/4/2020) pagi, membenarkan adanya laporan dari kakek korban.

“Kakeknya bernama Hasan Hutabarat (59) warga Desa Simaninggir, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, melapor ke Polres Sibolga hari Minggu (19/4/2020) sekira pukul 20.40 WIB,” kata Sormin.

Menurut Sormin, pelaku berinisial RM yang merupakan ayah kandung korban. Sedangkan korban bernama Kumbang (11) seorang pelajar.

“Petugas juga mengambil keterangan dari saksi-saksi yakni Desman Manalu (45) bibi korban dan Samsul Hadi (35),” jelasnya.

Berdasarkan kronologisnya, pada hari Minggu (19/4/2020) sekira pukul 11.00 WIB, kakek korban baru pulang dari ziarah kubur di Desa Aek Tolong Gunung Marijo, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapteng.

Kemudian pada saat itu, dia (kakek korban) sedang duduk-duduk di depan rumah warga, didatangi oleh seseorang yang mengatakan bahwa cucunya bernama Kumbang telah dipukuli RM ayahnya sendiri.

Sembari menunjukkan rekaman video yang ada di dalam handphone. Bahkan sudah viral beredar di media sosial.

Atas kejadian tersebut, kakek korban merasa keberatan dan melaporkannya ke Polres Sibolga untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

Sementara itu, tindakan yang dilakukan oleh kepolisian setelah menerima laporan tersebut yakni membuat Visum et Repertum dan mengambil keterangan para saksi.

“Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses Sat Reskrim Polres Sibolga,” Sormin menambahkan. (pr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *