Cerita Pedagang Sayur Asal Tapteng Jadi Tulang Punggung Keluarga di Tengah Pandemi Corona

naosta panjaitan
FOTO: Naosta Panjaitan.

SmartNews, Tapanuli – Hari Kartini diperingati setiap tahun pada 21 April. Perjuangan Kartini tentu sudah membawa banyak perubahan untuk perempuan Indonesia, perempuan masa kini.

Naosta Panjaitan, seorang pedagang sayur mengaku menjadi tulang punggung keluarga sejak suaminya sakit, kini harus memenuhi kebutuhan sehari hari.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Naosta saat disambangi awak media ini di pusat Pasar Tradisional Kota Sibolga, Sumatra Utara, Senin (20/4/2020).

“Kalau gak kerja bagaimana lah aku mau membelanjai keluargaku, sedangkan aku tulang punggung di keluargaku,” kata Naosta warga Poriaha, Tapian Nauli Tapteng itu.

Naosta juga mengatakan, hasil penjualan dagangannya kini drastis menurun dampak pandemi virus corona (Covid-19), namun tidak lantas membuatnya menyerah untuk tetap berjualan sayur dagangannya.

“Aku hanya berdoa saja, supaya sehat-sehat selalu, biar bisa aku cari makan walaupun dapat sedikit,” ucapnya lirih.

Selain itu Naosta juga bercerita bagaimana dengan penghasilan yang minim dapat memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Dibeli beras, baru mana ikan asin yang paling murah itulah saya beli,” kata ibu tujuh anak ini.

Menjelang hari Kartini esok, Naosta berpesan kepada perempuan Indonesia, agar senantiasa berdoa, tegar, dan menjaga kesehatan.

Selanjutnya Naosta berharap kepada Pemerintah Daerah, agar memperhatikan kaum perempuan menjelang Hari Kartini, dimasa pandemi Covid -19.

“Semoga lah Pemerintah bisa memperhatikan dan memberi bantuan,” harapnya. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *