Pulang dari Nias, Bekas Kepala Gudang Kantor J&T Express Cabang Sibolga Ditangkap

  • Whatsapp
FOTO Tersangka (baju merah)

SmartNews, Tapanuli – Polisi mengamankan JZ alias J (20) warga Jalan Ketapang Gang Sepakat, Kota Sibolga, Sumatra Utara sekitar pukul 15.00 WIB, pada Sabtu (18/4/2020).

Bekas Kepala Gudang Kantor J&T Express Cabang Sibolga di bidang pengiriman barang itu diamankan saat sedang memperbaiki motor di salah satu bengkel di Ketapang. Dia terjerat kasus tindak pidana penggelapan dan penipuan.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu R Sormin mengungkapkan kasus ini berawal dari laporan Haratua Sihombing selaku Operasional Manager J&T Express Cabang Sibolga ke Polisi pada Minggu 15 Desember 2019 silam.

Kasus ini berawal pada Sabtu (14/12/2019) pagi pukul 04.00 WIB. Saat itu, Haratua Sihombing diberitahukan oleh seorang karyawan bernama Bobby Hutabarat bahwa Scan yang disimpan di dalam gudang sudah hilang.

Selanjutnya Haratua Sihombing mengkonfirmasi dua karyawan lainnya yakni Kurniawan Sirait dan Hardik Lase sebagai pengantar paket.

“Kedua pengantar paket itu memberitahukan kepada Haratua Sihombing bahwa uang hasil pembayaran telah diserahkan pada tersangka JZ sebesar Rp 35.358.871. Namun saat diminta, tersangka tidak mau menyerahkannya,” kata Iptu Sormin.

Setelah kasus itu, tersangka tak diketahui lagi keberadaannya. Polisi yang menerima laporan tersebut memang butuh waktu lama untuk menangkap pria lajang ini. Hasil penyelidikan dan pendalaman, Tim Opsnal Polres Sibolga mengetahui keberadaannya dan langsung ditangkap.

Modus yang dilakukan tersangka, ketika kurir mengantarkan barang (paket) kepada pemiliknya. Kemudian biaya pengiriman dibayar di tempat/COD.

“Selanjutnya uang pengiriman barang dari pelanggan yang diterima dari kurir selanjutnya diserahkan pada Lince Margareth Sihombing selaku admin. Tersangka kemudian memberikan resi barang yang masih berada di gudang serta bukti dari kurir. Uangnya diminta tersangka dari kurir namun tidak diserahkan kepada admin,” terang Sormin.

Katanya, bahwa scan simpan yang dibuat tersangka seolah-olah bahwa barang yang sudah diantar masih berada di gudang dan belum diantar kepada konsumen atau pelanggan. Padahal barang tersebut telah diantar dan uangnya telah diterima.

“Dalam hal ini, tersangka tidak berhak menerima uang yang dibayar ditempat oleh pelanggan, tetapi kurir langsung memberikan pada admin (Lince Margareth Sihombing),” jelasnya.

Sormin menambahkan, bahwa uang yang diterima tersangka tersebut digunakan sebagai panjar untuk membeli motor dan barang lainnya serta untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Tersangka diamankan sekembalinya dari Nias. Saat itu tersangka sedang memperbaiki motornya,” bebernya.

Dari tersangka, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, satu unit motor Honda Vario 150 warna hitam, sebuah CDI motor merk Powermax, sehelai celana panjang warna cream, sehelai baju kaos warna hitam putih, sehelai baju kaus warna merah putih dan sepasang sepatu merk Vans warna hitam putih.

“Tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan atau penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 374 Subs 372 atau 378 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun,” Sormin menambahkan. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *