Sering Kena Semprot Disinfektan, Berbahayakah untuk Bodi Motor?

  • Whatsapp
FOTO Ilustrasi Motor Disemprot Cairan Disinfektan. (Net)

SmartNews, Tapanuli – Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat untuk meminimalisir penyebaran Corona Covid-19. Salah satunya adalah dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan.

Penyemprotan cairan disinfektan tak hanya di rumah, namun juga kerap disebarkan di jalan umum serta tak sedikit pula kendaraan yang terkena semprotan langsung, terutama pengguna motor. Apakah hal itu aman?

Bacaan Lainnya

Apalagi kebanyakan cairan itu mengandung alkohol dan klorin.

Melansir laman Liputan6.com, beberapa sumber menyebut, Anda bisa mengalami iritasi jika larutan tadi mengenai kulit, mata atau lapisan berlendir pada tubuh.

Lantas apakah larutan itu juga bakal memengaruhi kualitas cat bodi motor?

Disebutkan bahwa, secara peruntukan, bahan-bahan ini memang baiknya digunakan di permukaan benda saja.

Dalam hal ini bodi motor yang mungkin terpapar virus dan bakteri. Meski memiliki kandungan asam cukup tinggi, nyatanya tidak memberikan efek negatif.

“Sebenarnya tidak berpengaruh terhadap bodi motor. Karena disinfektan kan tetap dicampur dengan air,” kata Iwan Gunawan dari Divisi Painting Custom Mekar Motor, baru-baru ini.

Dia mengatakan, tidak akan memberikan dampak buruk, apalagi buat motor dengan jenis cat glossy.

“Tinggal lap saja dengan menggunakan lap basah. Sebenarnya ada sedikit perhatian, terutama buat pemilik cat bodi doff. Memang tidak ada efeknya. Lebih kepada tidak enak dilihat saja karena akan muncul bintik-bintik kalau sudah kering. Setelah disemprot, sebaiknya segera dilap. Tapi pastikan dulu tidak ada debu atau kotoran menempel agar bodi tidak baret. Kalau mau lebih aman, bilas saja dengan air bersih mengalir,” paparnya.

Cara seperti ini juga bisa Anda lakukan setelah bepergian. Tak ada salahnya menyemprotkan disinfektan pada beberapa bagian motor. Toh, cara ini juga dilakukan oleh diler resmi yang menyediakan layanan servis kunjung. Paling utama adalah area setang, terutama handle grip.

Pasalnya bagian inilah yang bersentuhan langsung dengan telapak tangan. Risiko terpapar cukup besar. Belum lagi kalau Anda tidak memakai sarung tangan, kemudian tanpa sengaja menyentuh muka, hidung atau mulut yang bisa menjadi pintu masuk bakteri maupun virus.

Ada baiknya juga diikuti dengan menyemprotkan cairan disinfektan di bagian lain. Semisal ruang penyimpanan di bawah setang (pada skutik) atau jok. Karena bagian-bagian itulah yang bersinggungan langsung dengan tubuh Anda.

Jika dirasa kurang, tak ada salahnya mencuci bersih motor dengan shampo khusus. Untuk menjaga kualitas cat tetap baik, Iwan juga menyarankan penggunaan produk poles. Itu bagus untuk mempertahankan kualitas cat bodi motor.

“Tidak usah terlalu sering, minimal seminggu sekali. Dan kalau tidak digunakan, sebaiknya parkir di tempat yang menggunakan atap. Atau memakai cover bila terpaksa menaruh motor di tempat terbuka,” terangnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *