Bibit Bawang Diduga Berjamur di Humbahas, Petani Dihardik

  • Whatsapp
FOTO: Muatan Bawang dalam Truk.

SmartNews, Tapanuli – Bibit bawang merah yang diduga berjamur (Spora) yang ditemukan di Desa Onan Ganjang Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) memancing rasa tidak senang Dinas Pertanian setempat, dan menghardik (terkesan memarahi) petani yang memberikan informasi kepada media.

Bantuan bibit bawang merah yang diduga sudah terpapar spora (jamur tepung puting) dan tidak layak untuk ditanam itu direncanakan sebanyak 50.5 Ton dengan pagu senilai Rp 1.9 miliar dan bersumber dari anggaran refocusing serta sudah mendapat persetujuan dari TGP2C19 dan ditujukan untuk membantu perekonomian masyarakat petani yang terdampak COVID-19, di samping untuk penguatan ketahanan pangan.

Bacaan Lainnya

Cara menghardik, menurut pemerhati masyarakat petani Jerry LG, justru menjadi hal yang lazim dan lumrah pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh OPD yang berhubungan langsung dengan masyarakat penerima manfaat.

“Petugas, atau oknum yang berkompeten dalam kegiatan itu menghardik petani merupakan hal yang lumrah dan sudah menjadi tradisi pada kegiatan pemerintah terutama ketika masyarakat mendapat bantuan. Ini sebenarnya sikap yang kurang baik dan terpuji, sesungguhnya dinas terkait melakukan intropeksi diri yang mungkin diakibatkan kelalaiannya dalam bekerja. Bukan menghardik untuk menutupi kekurangan atau kesalahannya dalam melaksanakan tugas,” katanya.

Yonefa Habeahan, Kabid Ketahanan Pangan dan Holtikultura sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dihubungi melalui selulernya guna mengetahui besaran bibit bawang yang terpapar jamur terkesan kurang koorporatif meskipun nada panggil seluler tersebut aktif.

Liber Marbun, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Onan Ganjang ditanyai terkait besaran jumlah bibit bawang yang terpapar spora mengatakan jumlahnya tidak begitu besar.

“Yang kita temukan ada di kelompok Tani Makmur Jaya ada sekitar 2 kg dan ada juga yang lainnya sekitar 0.5 Kg, jadi tidak begitu banyak,” katanya, Rabu (17/6/2020).

Ditanya tentang adanya penghardikan dari Dinas Pertanian pada petani terkait bibit bawang yang berjamur Dianya justru mengaku bahwa hal tersebut tidak ada. “Tidak ada kita hardik mereka, tidak ada seperti itu,” tukasnya.

Sekaitan dengan bibit tadi, ketua Komisi C DPRD Humbahas, Manaek Hutasoit dimintai pendapatnya mengaku tidak bisa memberikan penjelasan dengan alasan kondisinya kurang sehat. “Kurang sehat aku, maaflah dulu ya,” tulisnya melalui pesan WA, Selasa (16/6/2020).

Sementara, anggota Komisi C lainnya Mora Tua Gajah yang kerap getol melakukan kritisi terhadap kebijakan pemerintah Humbahas justru memilih tidak memberikan penjelasan yang diharapkan. “Bisa no comenkan? Hahahaha,” tulisnya, juga melalui pesan WA. (and)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *