Oknum PNS Tapteng itu Terancam Dipecat, Dokter Evi Natalia Purba Ungkap Hal Ini

  • Whatsapp
FOTO: Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani saat Memberikan Keterangan Kepada Wartawan Terkait Oknum PNS Tapteng Diduga Membuat Surat Keterangan Hasil Rapid Test Diduga Palsu.

SmartNews, Tapanuli – Oknum PNS berinisial EWT (49) yang bertugas sebagai Staf di Laboratorium RSUD Pandan terancam dipecat lantaran diduga membuat surat keterangan (Suket) hasil rapid test palsu.

Demikian ditegaskan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam konferensi pers di rumah dinasnya di jalan Kapten Maruli Sitorus, Kota Sibolga pada Minggu (28/6/2020).

Bacaan Lainnya

Kepada pihak kepolisian, Bupati Bakhtiar minta agar memproses dan menindak tegas EWT yang memalsukan suket hasil rapid test.

“Ini pekerjaan yang sangat keterlaluan dan mencoreng nama baik Pemkab Tapteng. Kami akan segera memproses PNS tersebut sesuai dengan peraturan, dan akan kami pecat,” tegas Bakhtiar.

“Ini bukan hal yang sembarangan, ini tindakan yang luar biasa dan bisa membahayakan orang lain. Apabila tes kesehatannya terindikasi COVID-19, atau hasil rapid testnya reaktif, tapi tidak dilakukan dengan sebenarnya,” tuturnya.

“Secara Pimpinan, kami akan melakukan tindakan tegas dan proses hukum harus terus dilakukan, karena ini bukan tindakan yang main-main,” sambung Bupati.

Menurutnya, dalam menghadapi COVID-19 saat ini, Pemkab Tapteng sudah bekerja dengan maksimal.

“Tapi masih saja ada oknum yang berbuat hal seperti ini untuk kepentingan dan keuntungan pribadinya saja. Untuk itu, saya pastikan oknum PNS tersebut akan dipecat. Saya ingatkan supaya jangan main-main dan jangan menjadi contoh yang tidak baik bagi yang lainnya, apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19 sekarang ini. Kita sebagai Pemimpin menjadi penentu disaat situasi tidak menentu,” terangnya.

Kronologis terungkapnya kasus ini disampaikan oleh dr. Evi Natalia Purba, M.Ked (Clin Path) Sp. PK, yang ikut hadir dalam konferensi pers tersebut.

“Awalnya, ada masuk pesan melalui WA (Whatsapp, red) yang disampaikan oleh Direktur RSUD Pandan kepada saya yang menyatakan apakah betul ada orang yang melakukan pengecekan kesehatan ke Laboratorium RSUD Pandan. Kemudian saya melakukan pengecekan melalui buku registrasi Laboratorium, dan ternyata orang tersebut tidak ada melakukan pengecekan kesehatan dan surat keterangannya tidak ada dikeluarkan dari RSUD Pandan dan tanda tangan yang digunakan atas nama saya kepada calon penumpang tujuan Gunung Sitoli tidak benar,” beber dr. Evi Natalia Purba.

“Kemudian, saya menelpon saudari Etty dan dia mengakui perbuatannya. Lalu, hal tersebut saya sampaikan kepada Direktur RSUD Pandan. Kemudian, atas perintah dari Bapak Bupati Tapanuli Tengah malam itu juga saya didampingi Bapak Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Direktur RSUD Pandan, dan KTU RSUD Pandan melakukan pelaporan ke Polres Tapteng,” jelasnya.

EWT warga jalan Padangsidimpuan, Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, Tapteng itu ditangkap Sat Reskrim Polres Sibolga di salah satu tempat di jalan SM Raja, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga pada Sabtu (27/6/2020).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan EWT kepada polisi, ia dibantu seseorang untuk kelancaran membuat suket hasil rapid test diduga palsu tersebut.

Berdasarkan keterangan EWT itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan, dan berhasil mendapat informasi tentang keberadaan teman EWT.

Pada hari yang sama pukul 11.30 WIB, petugas mengamankan seorang laki-laki di Gg Karya jalan Padangsidimpuan, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Tapteng, berinisial MAP (30) Perawat Klinik.

Dari keduanya, polisi menyita sejumlah barang bukti untuk menjalankan aksinya.

FOTO: Kedua Terduga Pelaku Diamankan di Maporles Sibolga. (Foto: Dok_Istimewa)

Sementara, kedua tersangka telah dilimpahkan ke Polres Tapteng untuk proses selanjutnya.

“Benar, keduanya EWT dan MAP sudah kita serahkan bersama barang bukti ke Polres Tapteng guna proses selanjutnya. Sebab dalam kasus ini sudah dilakukan gelar perkara. Diperoleh kesimpulan bahwa untuk penyelidikan lebih lanjut, Polres Sibolga melimpahkan ke Polres Tapteng, sebab locus delikty kejadian pidana di wilkum Polres Tapteng,” ujar Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu R Sormin.

Terungkapnya kasus ini berawal ketika puluhan calon penumpang di Pelabuhan Pelindo Sibolga yang akan berangkat menuju Pulau Nias, gagal berangkat pada Jumat malam (26/6/2020).

Sejumlah calon penumpang saat ditemui wartawan menyebutkan, mereka melakukan rapid test ditandai dengan pengambilan sampel darah dan membayar Rp250 ribu. Para calon penumpang yang menerima suket hasil rapid test tersebut, ternyata palsu. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *