Rumah Lurah di Sibolga Dimasuki Ular Sanca, Seekor Anjing Mati Ditelan

  • Whatsapp
FOTO: Kepala BPBD Sibolga Juangon Daulay dan stafnya memperlihatkan ular sanca yang ditangkap dari dapur rumah warga di Kelurahan Angin Nauli, Kamis (9/7/2020). (Foto: Istimewa)

SmartNews, Sibolga – Seekor ular sanca berukuran sekitar 5 meter lebih masuk ke dapur rumah Lurah Sibolga Ilir di jalan Rogate, Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Sumatra Utara (Sumut), sekitar pukul 02.30 WIB, Kamis dini hari (9/7/2020).

Lurah Sibolga Ilir Dohar Ivan Dolly Sianturi kepada wartawan saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, ular sanca itu diduga masuk melalui lubang pintu belakang atau dapur rumah yang ditempatinya.

Bacaan Lainnya

“Kebetulan ada seekor anjing milik kami di dapur terus menggonggong, sehingga kami terbangun dan mencari tahu penyebabnya. Sesampainya di dapur, anjing itu kami temukan sudah mati karena ditelan ular sanca tersebut. Mungkin karena anjingnya dirantai pakai besi, ular itu memuntahkannya kembali,” kata Ivan.

Dia mengatakan, peristiwa itu bukan pertama kalinya terjadi, sebab sekitar beberapa bulan lalu kejadian yang sama juga pernah terjadi.

“Beberapa bulan lalu juga terjadi seperti itu, namun kami ketahui setelah pagi hari. Di mana anjing milik kami juga ditemukan mati dengan kondisi berlendir. Kami duga itu juga dimangsa oleh ular, namun karena anjing itu dirantai, mungkin dimuntahkan lagi oleh si pemangsanya,” terangnya.

Selanjutnya, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sibolga yang menerima laporan terkait adanya penemuan ular tersebut sekitar pukul 02.00 WIB langsung turun ke lokasi untuk melakukan penangkapan.

“Setelah menerima laporan tersebut, petugas posko Regu 3 langsung terjun ke lokasi menggunakan 1 unit mobil pickup dan langsung mengevakuasi ular dari dapur rumah warga tersebut,” kata Kalaksa BPBD Kota Sibolga, Juangon Daulay.

Juangon menjelaskan, pada proses penangkapan pihaknya sedikit mengalami kesulitan saat melakukan proses evakuasi, karena ular sanca itu agresif dan melakukan perlawanan.

“Apalagi peralatan yang dipakai untuk menangkap hanya menggunakan tali dan kayu. Namun dengan usaha bersama, ular sanca itu dapat dijinakkan dan langsung dimasukkan ke dalam karung dan membawanya ke kantor BPBD Kota Sibolga,” jelasnya seraya mengatakan upaya evakuasi itu berlangsung selama 30 menit. (pr_snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *