Warga Tapteng Ngaku Dengar Suara Dentuman di Langit, Apa yang Terjadi?

  • Whatsapp
FOTO: Langit.

SmartNews, Tapteng – Suara dentuman sebelum ditemukan batu diduga meteor di Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara (Sumut), ternyata juga didengar oleh warga di Kecamatan Pinangsori.

Bento Simatupang, warga Kecamatan Pinangsori mengatakan hal itu kepada wartawan, Selasa siang (4/8/2020).

Bacaan Lainnya

“Kalau suara dentuman sekitar jam 4 sore hari Sabtu itu, saya juga mendengarnya. Saya tinggal di Pinangsori dekat dengan bandara F.L. Tobing,” jelas Bento.

Semula wartawan menduga bahwa Bento Simatupang mendengar suara dentuman akibat batu diduga meteor itu menghantam rumah Josua Hutagalung di Kecamatan Kolang, karena jaraknya kedua daerah itu sangatlah jauh.

“Betul sekali bang, plafon rumahku aja sampai bergetar. Suara dentumannya kami dengar, kami sekeluarga. Makanya kami pun saat itu gak jadi refreshing mandi-mandi bersama istri dan anak-anak,” ungkap Bento.

Ditanya apakah banyak warga di Pinangsori yang mendengar suara dentuman itu, Bento tidak dapat memastikannya. “Yang jelas suara dentuman itu kami dengar dari arah luar angkasa,” katanya.

Sebelumnya, Josua Hutagalung dihebohkan dengan penemuan benda yang ia duga itu adalah batu meteor seberat 2,2 kg setelah mereka timbang.

Josua Hutagalung bersama istrinya mengaku mendengar suara gemuruh di langit hingga kemudian mendengar suara dentuman keras.

Bahkan kata dia, warga setempat dan sekitarnya di Kolang mendengar suara gemuruh bercampur suara petir.

“Padahal, sore itu saat kejadian sekitar pukul 16.00 WIB, cuaca cerah tidak mendung,” ungkap Josua kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, Senin (3/8/2020).

Pria yang sehari-hari bekerja membuat peti mati itu menyebut, kejadiannya pada Sabtu 1 Agustus 2020. Saat itu, ia sedang bekerja di belakang dapurnya.

Pascamendengar suara dentuman itu, Josua bersama istrinya melihat atap seng rumahnya bolong, kemudian melihat batu berwarna hitam terbenam di tanah samping kiri rumahnya.

“Yang menggali batunya istri saya. Saat itu batunya masih hangat hingga malam hari,” ungkapnya.

Dia pun berharap adanya fenomena alam itu membawa berkah bagi keluarganya dan warga sekampungnya.

“Mudah-mudahan ini membawa kemakmuran bagi warga di sini,” pungkasnya.

Pasacafenomena itu dan kemudian diberitakan sejumlah media, ada warganet yang meragukan batu yang ditemukan itu, sebagian minta agar dilakukan penelitian.

Laporin ke NASA lah.. indonesia ga ada yg ngurusin beginian,” tulis M Hom di kolom komentar kanal YouTube SmartNewsTapanuli. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *