Tarif Tes Swab 2 Jutaan, Pedagang dari Sibolga Gagal Berangkat ke Pulau Nias

  • Whatsapp
FOTO: Sejumlah Pedagang yang Gagal Berangkat dari Pelabuhan Sibolga Menuju Kepulauan Nias Gegara Tidak Mengantongi Surat Keterangan Swab. (Foto: Dok-Istimewa)

SmartNews, Tapanuli – Sejumlah pedagang yang mau menyeberang ke Gunung Sitoli Kepulauan Nias dari Pelabuhan Sibolga, Sumatra Utara (Sumut), batal berangkat, pada Senin malam (21/9/2020). Kenapa?

Rupanya, para pedagang tersebut tidak membawa surat keterangan hasil swab negatif Covid-19, yang wajib ditunjukkan untuk masuk ke Nias, hal ini karena meningkatnya kasus terkonfirmasi virus corona di Kepulauan Nias.

Bacaan Lainnya

Dalam upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kepulauan Nias, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan pengetatan protokol kesehatan.

Setiap orang yang mau masuk ke Nias diwajibkan membawa hasil tes swab bebas Covid-19 dan harus menjalani isolasi setelah tiba di Nias.

Sehingga dengan adanya regulasi tersebut, para pedagang dari luar Nias batal berangkat dari Pelabuhan Sibolga, karena tidak sanggup membayar biaya swab yang mahal.

Seperti diungkapkan Tigor Manalu, salah seorang pedagang sayur mayur dari Kota Sibolga yang batal berangkat ke Nias pada Senin malam.

“Semalam kami tak jadi menyeberang ke Nias gara-gara tidak ada suket swab. Sementara untuk tes swab harganya 2 jutaan, kami tidak sanggup,” ungkap Tigor Manalu kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Tigor menambahkan, kendati tak jadi berangkat, namun mobil yang mengangkut barang-barang dagangannya tetap bisa berangkat diangkut kapal penyeberangan ke Nias.

“Mobil saja yang menyeberang, sementara orangnya tinggal di Sibolga. Jadi kita minta langganan kita yang di Nias mengambil dagangan kita itu ke kapal, lalu mengembalikan mobilnya lagi nanti,” bilangnya.

Mewakili pedagang lainnya, Tigor Manalu meminta pemerintah memberikan solusi tanpa harus mengabaikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Mereka meminta agar pedagang diberikan keringanan, dengan hanya memberikan suket rapid test, karena biayanya lebih murah dibanding tes swab.

Dia menambahkan, bahwa kabar yang ia peroleh, orang yang keluar dari Nias hanya menunjukkan suket rapid test. Sementara untuk masuk ke Nias wajib membawa suket hasil swab.

“Kami hanya minta ada dispensasi bagi mobil sembako dan sayur-mayur agar hanya rapit tes saja, bukan swab,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga, Augustia Waruwu ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan apa yang dialami pedagang tadi.

“Iya, sesudah saya tanyakan ke KSOP Gunungsitoli, bahwa dari Gunungsitoli ke Sibolga masih rapid test. Dari Sibolga ke Gunungsitoli tanpa kecuali harus swab,” ungkap Augustia.

Terpisah, Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) wilayah Sibolga, Edison Gultom juga mengatakan hal yang sama.

“Hasil pemeriksaan kedatangan penumpang dari Pelabuhan Gunungsitoli masih menunjukkan suket rapid test non reaktif,” pungkasnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *