Seorang Laki-laki dan Perempuan Dipergoki di Kamar Kos-kosan di Sibolga, Ini Langkah Cepat Pak Lurah

  • Whatsapp
FOTO: Lurah Huta Tonga-tonga, Tigor Tambunan saat Memimpin Pertemuan dengan Pemilik Kos-kosan. (Foto: Dok_Istimewa)

SmartNews, Tapanuli – Lurah Huta Tonga-tonga di Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Tigor Tambunan, merasa geram pascadirinya memergoki seorang laki-laki dan perempuan berada dalam kamar kos-kosan di wilayah yang ia pimpin, pada Selasa (6/10/2020) lalu.

Tigor Tambunan mengatakan, kejadian yang kemarin itu terjadi karena lemahnya pengawasan dari Kepling.

Bacaan Lainnya

“Makanya kita marah betul, sebab lemahnya pengawasan dari Kepling di lapangan,” kata Tigor usai memimpin rapat pertemuan dengan para pemilik kos-kosan yang diundang di kantornya, Kamis (8/10/2020).

Lebih lanjut dikatakan Tigor, dari 10 orang pemilik kos-kosan yang diundang dalam rapat tersebut, dihadiri 9 orang.

“Satu orang berhalangan karena ke luar kota,” kata Tigor Tambunan.

Selanjutnya dalam pertemuan itu, terungkap juga bahwa tak ada satupun pemilik kos-kosan yang mengantongi izin.

“Semua kos-kosan ternyata terungkap tak satupun punya izin. Alasannya, mereka tidak tahu kalau izin kos-kosan itu ada,” ungkapnya.

Berikut 8 poin kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut:

1.Seluruh pemilik kos-kosan setuju akan mengurus izin kos-kosannya sesuai Perda No 7 tahun 2011.

2.Pemilik kos-kosan menyatakan kesediannya untuk melaporkan semua penghuni kos-kosannya paling lambat 1×24 jam kepada Lurah melalui Kepling.

3.Pemilik kos-kosan sepakat melakukan proses seleksi dan penelitian yang ketat terhadap identitas calon penghuni kos-kosan

4.Pemilik kos-kosan sepakat melakukan pengawasan yang ketat terhadap penghuni kos maupun tamu kos-kosan serta memastikan kos-kosan tidak menjadi tempat prostitusi terselubung, peredaran narkoba, minuman keras maupun kejahatan kriminal lainnya.

5.Pemilik kos-kosan sepakat menerapkan aturan tata tertib ,norma dan etika berperilaku sesuai Perda No 7 Tahun 2011 dan surat edaran Lurah Huta Tonga-Tonga No 24 tahun 2020 kepada penghuni kos-kosan

6.Pemilik kos-kosan sepakat untuk memisahkan penghuni kos-kosan perempuan dan laki laki (tidak satu atap)

7.Pemilik kos-kosan bersedia membuat plank nama di depan rumah kos-kosan.

8.Apabila terbukti kewajiban pemilik kos-kosan tidak diterapkan, pemilik kos-kosan bersedia dikenakan sanksi sesuai Perda Nomor 7 tahun 211.

Sementara itu, dalam hal pengurusan izin kos-kosan, nantiknya pihak kelurahan akan membantu untuk kemudahan pengurusannya.

“Nantinya kita akan membantu percepat urusan izin mereka. Dan saya pastikan urusan di kelurahan kita semua gratis. Kita ingin mendorong agar kedepannya kos-kosan bisa menyumbang PAD bagi daerah kita,” Tigor menambahkan.

Turut hadir dalam pertemuan ini, dari kepolisian diwakili Bhabinkamtibmas, Aipda Hadi Sitanggang, Babinsa Kopda Warington Nainggolan, Satpol PP diwakili Kasi Penyidikan Ramli Lubis, Tokoh Masyarakat, St A Pandiangan, Kasi Trantib Edison Sihombing dan seluruh Kepling.

Sebelumnya diberitakan, penggerebekan sebuah kos-kosan yang dipimpin langsung oleh Lurah Huta Tonga-tonga, Tigor Tambunan berada di Gang PLN, di Kelurahan Huta Tonga-tonga, Kecamatan Sibolga Utara.

Kepada wartawan, Tigor Tambunan menjelaskan, penggerebekan tersebut dilakukan karena mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada salah satu kos-kosan yang memperbolehkan laki-laki dan perempuan berada dalam satu atap.

“Mendapat informasi tersebut, kita langsung melakukan penggerebekan dari subuh, dan betul saja, didapati ada laki-laki dan perempuan yang berada dalam satu kamar. Setelah kita interogasi, ternyata mereka adalah sepasang kekasih yang sudah berbulan-bulan tinggal di kamar tersebut,” ungkap Tigor Tambunan usai penggerebekan.

Dari keterangan laki-laki dan perempuan yang digerebek itu, identitas perempuan berinisial AN (19) dan laki-laki inisial SM (20). Keduanya diketahui warga Poriaha, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara (Sumut).

“Ini sesuatu hal yang sangat kita prihatinkan, minimnya pengawasan Kepling di lapangan,” bilang Tigor.

FOTO: Lurah Huta Tonga-tonga, Tigor Tambunan saat Berada di Lokasi Kos-kosan. (dok_istimewa)

Sementara itu, berdasarkan pengakuan AN (19), bahwa mereka adalah bersaudara, namun SM (20) mengakui kalau AN adalah kekasihnya, dan mereka telah lama menjalin hubungan.

Ironisnya, pasangan tersebut sudah dua bulan menempati kos-kosan tersebut. “Tindakan ini telah mencemarkan nama baik kelurahan,” pungkas Tigor. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *