Seorang Pria Warga Taput Meninggal Dunia Pascaditangkap Polisi

  • Whatsapp
Ilustrasi
Ilustrasi

SNT – Daniel Silitonga (33), warga Pangipaipaan, Desa Sipahutar I, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara meninggal dunia pascaditangkap oleh Satres Narkoba Polres Taput, pada Rabu (13/10/2021).

Kapolres Taput, AKBP Ronal Sipayung yang dihubungi melalui selular membenarkannya, dan mengatakan Daniel Silitonga meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSU Tarutung.

Bacaan Lainnya

Namun pihak keluarga menduga ada kekerasan yang diduga dilakukan polisi saat menangkap Daniel. “Daniel meninggal bukan di penjara atau sel tahanan polres, tetapi di RSU Tarutung. Petugas medis masih sempat melakukan penanganan yakni pembuatan bantuan pernapasan,” kata Ronal.

Kapolres juga menerangkan bagaimana kondisi kesehatan Daniel setelah ditahan di Mapolres Taput. Pada Jumat (15/10/2021) pagi pukul 08.00 WIB, Daniel disebut masih ikut apel pagi bersama sesama tahanan usai pergantian piket jaga.

Saat apel berlangsung, petugas jaga dan tim medis memeriksa seluruh kesehatan tahanan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kondisi Daniel saat itu sehat,” jelas Ronal seraya menyebut setelah itu seluruh tahanan kembali dimasukkan ke sel.

“Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, teman satu selnya memberitahukan ke petugas jaga bahwa Daniel mengalami sesak, dan langsung dibawa ke rumah sakit oleh petugas,” terangnya.

Ditanya terkait adanya keberatan dari pihak keluarga atas meninggalnya Daniel, Kapolres Ronal mengatakan sangat menghargai dan merasakan empati yang dialami. “Justru karena adanya keberatan keluarga kita langsung bawa (Daniel) ke RS Bhayangkara di Medan untuk dilakukan autopsi. Jadi mari kita tunggu hasilnya,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan kapolres, bahwa Daniel disebut telah menjadi target operasi, karena sudah sangat meresahkan masyarakat.

Ronal mengungkapkan berdasarkan hasil penelusuran petugas di handphone milik Daniel yang disita pascapenangkapan, terdapat bukti-bukti bahwa Daniel sebagai kurir sabu. “Jadi, dia (Daniel) memang kurir, bagian dari jaringan,” ungkapnya.

“Sekitar 11.20 WIB meninggalnya, setelah dibawa dari Polres Taput karena kondisi sesak,” sambung Ronal.

Soal kesimpulan penyebab pasti meninggalnya Daniel Silitonga, lanjut AKBP Ronal, pihaknya akan menunggu hasil autopsi. “Sebelum dia dibawa ke rumah sakit, sesuai keterangan teman satu selnya, dia kan muntah. Saat dia di rumah sakit, dokter juga sempat memberikan bantuan pernapasan,” pungkasnya.

Namun belum diperoleh keterangan lebih lanjut dari polisi, barang bukti apa saja yang diamankan dari Daniel Silitonga. (ts)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *