Viral Video Pria Bertopi Hajar Pelajar di Humbahas

  • Whatsapp
Screenshot
Screenshot

SNT – Aksi penganiayaan terhadap pelajar berseragam pramuka di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, viral di media sosial Facebook, Kamis (21/10/2021).

Seperti di lihat pada Kamis malam, aksi penganiayaan itu direkam dalam sebuah video di lapangan terbuka, dan kemudian diunggah pemilik akun @Putra Humbang Humbahas ke salah satu grup Facebook. Ironisnya, aksi kekerasan itu disaksikan pelajar lainnya, namun tidak ada upaya untuk melerai.

Bacaan Lainnya

Sayangnya, belum diperoleh informasi lebih lanjut, di mana persisnya lokasi kejadian ini, serta kapan terjadi. Namun @Putra Humbang Humbahas menyebutkan berlokasi di Kecamatan Lintong Nihuta, Humbahas. “Aksi pemukulan dan pengoroyokan oleh pemuda di Lintong Nihuta sampai babak belur,” demikian keterangan disampaikan oleh pengunggah video.

SNT sudah mencoba mengkonfirmasi pengunggah video tersebut di kolom komentar untuk mendapatkan informasi lebih rinci terkait kronologi kejadian ini, dan siapa sebenarnya pria bertopi tersebut. Namun belum memberikan jawaban.

Sementara ada dua video rekaman aksi kekerasan itu yang diunggah oleh @Putra Humbang Humbahas.

Pada video pertama, tampak dua pelajar sedang bergumul di tengah lapangan, dan tiba-tiba seorang laki-laki bertopi berpakaian biasa (belum diketahui apakah juga pelajar), datang berjalan kaki dan langsung menendang wajah pelajar yang sedang menindih temannya bergumul di lapangan itu.

Selanjutnya pada video kekerasan kedua, diunggah pada kolom komentar. Terlihat seorang pelajar berseragam pramuka sedang duduk di pinggir lapangan. Sesaat setelah pelajar itu berdiri, tiba-tiba diduga laki-laki yang melakukan aksi kekerasan di atas, langsung menghajar pelajar tersebut. Namun pelajar itu terlihat tidak melakukan perlawanan.

Netizen yang melihat adanya aksi kekerasan itu mengecam aksi pelaku. SNT masih terus mencoba menggali informasi lebih lanjut terkait kronologi kejadian ini. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *