Musim Penghujan Humbahas Rawan Longsor

  • Whatsapp
Badan jalan provinsi di perlintasan Desa Arban, Kecamatan Onanganjang, Kabupaten Humbahas, Sumut tergerus longsor.  (Foto: Dok. And)

SNT, Humbahas – Musim penghujan, dataran tinggi dan berbukit di daerah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumatra Utara, rawan longsor. Masyarakat diimbau hati-hati melakukan aktivitas di wilayah rawan longsor.

Demikian disampaikan Plt. Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbahas, Rommel Silaban melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Astri Sitompul kepada wartawan melalui selulernya, Minggu (21/8/2022).

Bacaan Lainnya

Astri menjelaskan, beberapa wilayah rawan longsor itu adalah Kecamatan Pakkat, Parlilitan, Tarabintang (Papatar). Kecamatan Onanganjang, Sijama Polang dan Baktiraja. Longsor biasanya terjadi pada tebing dan badan jalan. Akibatnya arus lalu lintas kerap terganggu hingga lumpuh total.

Menurutunya, longsor biasanya terjadi di Jalan Provinsi lintasan Doloksanggul – Onanganjang-Pakkat-Parlilitan-Tarabintang. Jalan Provinsi di perlintasan Pakkat-Manduamas. Selanjutnya Jalan Provinsi Doloksanggul-Baktira (Siabaksa -Bakkara) hingga perbatasan Muara, Taput. Sebab wilayah rawan longsor ini, tekstur tanah cendrung labil. “Jadi pengendara yang melintasi jalur wilayah rawan longsor agar berhati-hati,” imbaunya.

Selain longsor, sambung Astri, dataran rendah Kecamatan Baktiraja juga rawan banjir. Tahun 2017, beberapa desa di Kecamatan diterjang banjir. Puluhan rumah warga terendam banjir. Tidak hanya itu, dampak banjir tersebut, belasan hektar sawah juga tersapu banjir.

Menyikapi hal tersebut di atas, Astri mengimbau masyarakat agar hati-hati dan waspada melakukan aktivitas di wilayah rawan longsor khususnya pada musim penghujan.

Lebih lanjut Astri mengatakan, pihaknya tetap melakukan siaga bencana, koordinasi dengan BMKG dan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, tim Satgas (satuan tugas) penanganan bencana tetap melakukan minitor khsusnya di wilayah rawan bencana.

“Kita tetap siaga bilamana terjadi longsor dan banjir. Untuk penanganan penangan bencana yang lebih cepat, kita berharap koordinasi melalui penyampaian informasi dari masyarakat ataupun pemerintah desa dan kecamatan,” harapnya.

Dalam penanganan bencana, lanjut Astri, pihaknya juga menyiagakan alat berat jenis escavator dan backhoe loader. “Alat berat ini khusus untuk penanganan bencana longsor dan banjir,” pungkasnya. (and)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *