Strategi Menekan Harga Cabai Merah Keriting di Sumatra Utara

IMG 20231211 121706
Cindy Amelia Putri Nasution, Mahasiswi Prodi Ilmu Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor

SNT – Cabai merah merupakan komoditas primadona masyarakat Indonesia. Masyarakat di daerah Kota Medan, dan secara umum di Provinsi Sumatra Utara menggunakan cabai merah sebagai salah satu bahan atau bumbu dapur utama pada setiap masakan.

Tingginya penggunaan cabai merah di masyarakat Sumatra Utara membuat komoditas yang satu ini juga kerap mengalami kenaikan. Seperti pada data yang tertera di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga cabai merah keriting pada tanggal 21 November 2023 menyentuh angka Rp 79.000/kg.

Bacaan Lainnya

Jika dibandingkan dengan harga cabai merah keriting pada tanggal sebelumnya, yaitu tanggal 20 November 2023, harga cabai merah keriting Rp 50.700/kg, di mana cabai merah keriting mengalami kenaikan harga sebesar Rp 28.300, dan itu merupakan lonjakan harga yang sangat tinggi.

Karena pada awal bulan November 2023, harga cabai merah keriting hanya Rp 46.800/kg. Namun, harga tersebut tetap naik dan turun hingga mencapai harga tertinggi yaitu Rp 79.000/kg.

Dari gambar tersebut dapat kita lihat pada batang yang berwarna merah adalah harga tertinggi cabai merah keriting periode November hingga Desember 2023. Dan nantinya harga cabai merah juga akan kembali merangkak naik menjelang hari besar keagamaan nasional yaitu perayaan natal dan tahun baru.

Kenaikan harga cabai merah keriting di daerah Medan, Sumatera Utara juga disebabkan oleh beberapa hal, yaitu karena terjadinya perubahan musim dari kemarau ke musim hujan. Akibatnya, pasokan cabai merah keriting dari petani berkurang, sementara permintaan di masyarakat tinggi, hingga membuat harga cabai merah keriting menjadi naik.

Pada musim-musim tertentu dan perayaan-perayaan hari besar tersebut menyebabkan harga cabai merah keriting melonjak tinggi sehingga hal tersebut memengaruhi inflasi. Fluktuasi atau perubahan harga musiman sering terjadi hampir pada setiap tahun dan meresahkan masyarakat konsumen cabai merah keriting.

Lonjakan naiknya harga cabai merah keriting ini disebabkan oleh pasokan yang berkurang, sementara permintaan konstan dan kontinu setiap hari, bahkan meningkat pada musim tertentu.

Dari beberapa sumber ditemui kenaikan harga cabai terjadi karena produksi cabai yang bersifat musiman, faktor dari hujan, biaya produksi cabai, dan panjangnya saluran atau rantai distribusi.

IMG 20231211 121721

Kenaikan dari harga cabai merah tersebut membuat masyarakat membeli lebih sedikit cabai dibandingkan biasanya. Namun sangat berbeda dengan rumah makan, karena pada rumah makan penggunaan cabai merupakan salah satu hidangan utama yang paling banyak digunakan pada bahan masakan. Sudah barang tentu, pedagang berharap agar pemerintah dapat menekan harga cabai.

Dalam upaya menekan harga cabai, pemerintah juga harus memperhatikan kesejahteraan petani. Beberapa strategi dan kebijakan yang perlu dilakukan pemerintah untuk menekan harga cabai merah keriting di antaranya: meningkatkan luas penanaman cabai pada musim hujan dengan membuka lahan baru maupun di lahan yang sudah ada sebelumnya.

Mengatur luas penanaman dan produksi cabai pada musim kemarau, menstabilkan harga, mengembangkan kelembagaan kemitraan yang andal dan berkelanjutan;

Untuk menjalankan strategi tersebut, maka perlu dukungan dari kebijakan pemerintah seperti memberikan insentif petani cabai merah keriting. Mengurangi gagal panen dengan menyediakan varietas unggul, teknologi budidaya dan teknologi pengendalian hama. Memberikan bantuan modal kepada petani melalui kredit usaha tani dan sebagainya. (ril)

 

Penulis: Cindy Amelia Putri Nasution, Mahasiswi Prodi Ilmu Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *