oleh

Mata Air Soda, Keajaiban Dunia di Kota Tarutung

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TARUTUNG – Tahukah Anda, mata air soda di kota Tarutung, kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut) merupakan salah satu keajaiban di Dunia? Mata air soda ini hanya ada di dua tempat di dunia, di Venezuela dan di Tarutung.

Air soda ini sudah lama dikenal sebagai objek wisata pemandian di kota Tarutung. Wisatawan domestik hingga mancanegara sudah banyak yang mengetahui dan datang ke lokasi wisata pemandian air soda Tarutung.

Lokasi mata air soda ini berada di desa Parbubu. Tidak jauh, hanya satu kilometer dari pusat kota Tarutung dan dapat ditempuh 10 menit perjalanan.

Objek wisata yang satu ini tergolong murah meriah. Ketika Anda berada di lokasi wisata pemandian air soda ini, Anda tidak perlu membayar tiket masuk (gratis, red).

Tak diketahui alasannya kenapa si pemilik objek wisata ini tidak memungut tiket masuk. Kemungkinan, pemiliknya yakin sesuatu yang diperoleh secara gratis dari alam tidak sepenuhnya harus dikomersilkan.

Di lokasi ini ada tempat nongkrongnya lho. Anda bisa memesan makanan berupa gorengan, telor rebus dan mie instan. Anda juga dapat memesan kopi, teh manis dan beragam minuman sachet.

Pemandian air soda ini satu-satunya yang ada di Indonesia. Pemandian ini sudah dikelola dan dikembangkan sejak tahun 1976 menjadi objek wisata, yang dikelola oleh Minar br Sihite (Op. Ridoi Tobing/br Sihite).

Minar Shite adalah seorang bidan yang pulang ke kampung halaman di Tarutung. Tanpa diduga ibu bidan ini berjalan ke lokasi air soda yang ditumbuhi semak belukar dan menemukan air soda di daerah tersebut.

Dia pernah bermimpi didatangi oleh “Sahala Oppung” yang mengatakan bahwa dia diberikan wasiat untuk mengembangkan tempat itu. Dengan mempersiapkan tujuh pohul itak (lampet) dibungkus daun pisang sebagai persembahan untuk permisi kepada pengisi alam saat itu.

Dengan usaha sendiri kala itu jadilah suatu tempat pemandian air soda yang ramai didatangi oleh pengunjung dan masyarakat sekitar.

Tanggal 29 April 1989 lokasi ini ditimpa longsor. Tanpa ada campur tangan dari pemerintah setempat dengan usaha sendiri Ibu Minar br Sihite membangun kembali tempat tersebut.

Meski banyak tantangan serta larangan dari pemerintah setempat mau pun dari masyarakat sekitar yang mengklaim itu adalah milik pemerintah serta milik warisan dari marga-marga, tetapi Ibu Minar br Sihite tetap mempertahankan serta mengembangkan tempat ini menjadi objek wisata yang terkenal dari Tapanuli Utara (Taput) sampai saat ini.

“Benar, saya pernah berlawanan dengan Bupati Taput soal pengelolaan objek wisata air soda ini. Tetapi saya tetap bertahan untuk mengelolanya karena ini merupakan wasiat atau amanah dari leluhur,” ujar Minar br Sihite saat ditemui di lokasi wisata pemandian air soda, Sabtu (20/1/2018).

Minar br Sihite kini berusia 81 tahun dan terlihat sangat sehat, bahkan masih mampu membaca koran tanpa kacamata.

Dikatakan, air soda ini dipercaya memiliki banyak khasiat dan manfaat. Kalau diminum (tidak dimasak, red) bisa menyembuhkan beragam penyakit semisal pengapuran tulang dan lainnya.

“Saya rutin berendam di kolam air soda ini, memang kalau airnya mengenai mata agak perih, tetapi air soda ini pun dipercaya mampu mengobati mata,” kata Minar.

Apakah Anda tertarik? Silahkan berkunjung ke lokasi pemandian mata air soda di Tarutung. (Ren Morank)

Komentar