Misteri Hilangnya 29 ABK di Kapal Mega Top 3, Jamil Sempat Menangis Menuju Gedung DPR-RI

  • Whatsapp
Keluarga ABK Berdoa Berharap Seluruh ABK yang Dinyatakan Hilang Segera Ditemukan.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, SIBOLGA – “Meskipun saya tau kemampuan saya terbatas, namun paling tidak ada upaya yang saya lakukan untuk informasi hilangnya 29 ABK KM Mega Top 3 itu,” demikian curhatan Jamil Zeb Tumori, Wakil Ketua DPRD Sibolga, ketika dirinya sedang siaran langsung melalui akun Facebooknya didalam mobil taxy di Jakarta dalam perjalanannya menuju gedung DPR-RI, Rabu, (24/1/2018).

Dikutip dari hal yang disampaikan Jamil dalam siaran langsungnya itu, Dia menyebutkan tak akan berhenti berusaha sedaya mampunya untuk memohon bantuan dari berbagai pihak agar pencarian misteri hilangnya kapal dengan 29 ABK didalamnya itu dapat segera ditemukan.

Bacaan Lainnya

Bahkan Jamil juga sempat meneteskan air mata ketika siaran langsung melalui akun facebooknya itu berlangsung.

Hingga akhirnya, Jamil dapat bertemu dengan anggota DPR-RI Anton Sihombing yang juga sebagai Ketua Assosiasi Pelaut Indonesia.

Pada pertemuannya dengan Anton Sihombing, Jamil menyebutkan, dirinya mendorong DPR-RI agar pemerintah serius menyikapi hilangnya ke 29 ABK Kapal Mega Top 3 tersebut, sehingga dilakukan pencarian secara profesional.

Jamil Zeb Tumori Wakil Ketua DPRD Sibolga Saat Diwawancari Awak Media.

Informasi yang diperoleh seluruh ABK KM Mega Top 3, 14ABK merupakan warga kota Sibolga, dan 14 ABK warga Tapteng, sementara satu orang merupakan ABK yang menumpang didalam kapal tersebut.

Pasca hilang kontak sejak tanggal 3 Januari 2018 lalu, nasib ke 29 ABK didalam kapal KM Mega Top 3 milik CV.Sinar Mas yang berlokasi di Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, hingga saat ini belum diketahui, kendati pencarian terus dilakukan oleh pihak keluarga dan ABK lainnya dari Sibolga dan Tapteng.

Kapal tersebut berangkat dari TPI Pondok Batu pada tanggal 27 Desember 2017 lalu, namun tanggal 3 Januari 2018 hilang kontak. Dari informasi yang diperoleh kapal tersebut diperkirakan hilang kontak di kawasan perairan laut Aceh. (Ren Morank)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *