oleh

Polisi Berpakaian Preman Aniaya Pegawai dan Satpam Kejari Gunungsitoli

Smart News Tapanuli, GUNUNGSITOLI – Sejumlah polisi dari Polres Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang Pegawai dan Satpam Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Senin (5/2/2018) siang.

Akibatnya, seorang korban, Laskar Rius Zega 23 tahun (Satpam Kejari Gunungsitoli) terpaksa dilarikan ke RSUD Gunungsitoli lantaran mengalami luka lebam ditubuhnya. Sementara Go’ozatulo Lase, (Pegawai Kejari Gunungsitoli) mengalami luka ringan.

Ditemui wartawan, Go’ozatulo Lase, mengatakan bahwa insiden tersebut berawal saat polisi datang ke kantor Kejari Gunungsitoli untuk menangkap terduga pelaku pembunuhan berinisial JY.

“Awalnya ada pria masuk ke dalam kantor Kejari dengan mengenakan celana pendek dan berkaos oblong. Namun karena kondisi pakaian yang digunakannya, kemudian Satpam menyuruh pria itu keluar.

Tidak lama pria tersebut pergi, tiba-tiba datang sejumlah polisi berpakaian preman dan langsung memukul serta menendangi Satpam. Melihat itu, saya berupaya melerai tetapi malah dicekik”.

Beruntung, lanjut Go’ozatulo, pegawai Kejaksaan lain yang mengetahui insiden tersebut, datang dan melerai aksi tersebut.

“Kami tidak terima bang, rencananya kami akan membuat laporan resmi ke Mapolres Nias atas apa yang mereka perbuat,” ujarnya.

Sementara dihadapan sejumlah awak media, Wakapolres Nias Selatan, Kompol Rahman Antero Purba, menuturkan bahwa insiden yang terjadi karena kesalahpahaman antara personilnya dengan Satpam dan Pegawai Kejari Gunungsitoli.

“Tidak ada apa-apa, hanya kesalahpahaman saat anggota kita akan menangkap pelaku pembunuhan di dalam kantor Kejaksaan. Namun karena menggunakan celana pendek, anggota dilarang masuk dan terjadilah kesalahpahaman,” jelas Antero. (ril/we)

Komentar