Cari Keberadaan ABK Kapal KM Mega Top III, TNI AL Turunkan Pesawat Canggih, Hasilnya Nihil

  • Whatsapp
Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Sri Rakhmadi M Ketika Diwawancarai Wartawan.

Smart News Tapanuli, TAPTENG – Pesawat CN 235 milik TNI-AL tiba di Bandara Fl Tobing Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, Selasa, (6/2/2018) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebelum landing, pesawat Patroli Maritim ini sudah terlebih dahulu melakukan penyisiran di titik kordinat awal dimana disebutkan KM Mega Top III hilang kontak. Namun belum membuahkan hasil.

Bacaan Lainnya

Kepada wartawan, Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Sri Rakhmadi M mengatakan proses pencarian oleh TNI AL yang dilakukan menyikapi surat aspirasi dari kordinasi baik Basarnas maupun DPRD Sibolga, dan langsung direspon oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL).

“Jadi sekecil apapun kejadian dari kapal KM Mega Top III direspon oleh pimpinan. Sehingga telah dilakukan pencarian sebelum landing kesini. Jadi diturunkanlah Intel Matirim Angkatan Laut yang langsung diperintahkan langsung oleh KASAL untuk melaksanakan SAR,” kata Sri Rakhmadi di apron Bandara Fl Tobing Pinangsori.

Pesawat CN 235 Milik TNI AL ketika Landing di Bandara Fl Tobing Pinangsori, Tapteng, Sumut, Selasa, (6/2/2018).

Menurut Sri Rakhmadi, pesawat CN 235 ini akan di standby di Medan menunggu informasi terbaru tentang keberadaan kapal KM Mega Top III.

“Posisi pesawat Angkatan Laut terbatas, tidak di Sibolga saja. Tetap posisi pesawat ini standby di Medan,” terang Sri Rakhmadi.

Sementara itu, Kapten Pilot pesawat CN 235, Mayor Saputro menjelaskan, pesawat CN 235 salah satu pesawat yang memiliki peralatan teknologi canggih untuk kawasan Asia Tenggara.

Tidak ada bekas puing kapal tenggelam, di sektor di Nias geser ke arah barat simeuleu dan Aceh dan itu tidak ada sama sekali,”

“Ini pesawat bagus melakukan patroli, SAR yang dilakukan termasuk kapal-kapal ikan yang melanggar perairan kita. Jadi dari hasil pencarian yang kami lakukan tadi, tidak ada bekas puing kapal tenggelam, di sektor di Nias geser ke arah barat simeuleu dan Aceh dan itu tidak ada sama sekali,” terang Mayor Saputro. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar