oleh

Djarot-Sihar ke Pilgubsu, “Diupa-upa” dengan Ulos, Kepala Kerbau dan Ikan Mas

Smart News Tapanuli, SUMUT – Jelang Pilgubsu 2018, berbagai kegiatan para calon untuk meraih simpati dari masyarakat mulai begitu terasa. Tidak terkecuali Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat dan Wakilnya Sihar Sitorus yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 di Upa-upa oleh tetua marga Batak.

Pada proses Upa-upa itu ada ulos, kepala kerbau dan ikan mas. Djarot merasa menerima kehormatan dengan pemberian itu.

“Ini tanda persaudaraan yang hangat dari keluarga besar Batak kepada saya yang orang Jawa.” Kata Djarot kepada Tempo, Jumat malam, 16 Februari 2018. Tak hanya Djarot dan Sihar yang menerima upah-upah itu, tapi juga istri Djarot, Happy Farida dan istri Sihar, Patricia Juanita Siahaan.

“Kepala kerbau ini bentuk penghormatan.” Ulosnya ‘ulos mangiring’.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, adat dan budaya Jawa hampir sama dengan budaya Batak Toba.

“Ketika salah seorang putra atau putrinya dilepas berjuang, orang tua memberikan doa.”

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku senang dengan Pomparan (keturunan) Nairasaon (Perkumpulan marga Sitorus, Sirait, Butarbutar dan Manurung) yang memberangkatkan mereka secara adat untuk mengikuti kontestasi pemilihan gubernur 2018 – 2023.

Sementara itu, tokoh marga Sitorus yang turut memberangkatkan Djarot-Sihar, Washington Sitorus Pane mengatakan memberangkatkan seseorang untuk berjuang selalu dilakukan dalam balutan upacara adat. “Ulos, ikan mas dan kepala kerbau simbol dukungan dan doa untuk mereka.”

Kepala kerbau, kata Washington, adalah simbol pemberian untuk raja. Ia mewanti-wanti, agar pemberian itu tidak keliru. “Yang diberikan harus kepala kerbau, tidak boleh kepala hewan yang lain.”

Pemberian ulos, ikan mas dan kepala kerbau, kata Washington, bertujuan agar Djarot-Sihar tetap sehat dan bijak menghadapi berbagai rintangan yang akan mereka jalani saat kampanye hingga pemilihan. “Terutama mereka berdua harus kompak.”

Sedangkan Sihar mengatakan sering ke Kampung Sibisa, Toba Samosir meski masa remaja dan dewasanya dihabiskan di luar negeri.

“Sejak kecil saya sudah diajari orang tua agar tak pernah lupa kampung halaman.” Apalagi saat hendak mengapai suatu tujuan. “Berangkat dari kampung halaman menjadi kekuatan tersendiri,” ucap Sihar. (Tempo.co)

Komentar