Warga Laporkan Pangkalan Elpiji “Nakal” di Tapanuli Tengah

  • Whatsapp
Foto: Warga, Kalintan Situmorang, saat melaporkan ke Kantor Disperindag Tapanuli Tengah pada Rabu, 21 Februari 2018.

Smart News Tapanuli, TAPTENG – Selain karena langka, warga Albion, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, melaporkan pangkalan gas elpiji 3 kg di wilayah setempat yang “nakal” karena menjual harga jauh diatas harga eceran tertinggi (HET). Pangkalan itu menjual gas bersubsidi itu seharga Rp25 ribu per tabung, sementara HET-nya cuma Rp17 ribu.

“Saya telah melaporkan pangkalan-pangkalan yang ada di Pinangsori ini yang menjual gas elpiji diatas harga normal,” ucap Kalintan Situmorang (36), perwakilan warga yang melaporkannya ke Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tapanuli Tengah pada Rabu, 21 Februari 2018, kepada awak media, Kamis (22/2/2018).

Bacaan Lainnya

Dia juga mengatakan telah membawa petisi berisi tanda tangan sejumlah warga Albion dalam membuat laporan tersebut.

“Pangkalan itu menjual seharga Rp25 ribu per tabung, sementara sesuai HET cuma Rp17 ribu per tabung. Ya, dengan pernyataan warga inilah makanya saya membawa semua tanda tangan warga yang telah membeli gas ke pangkalan tersebut. Kami pun menyerukan pada Disperindag agar ini bisa memberikan sanksi pada pangkalan tersebut,” timpal Kalintan.

Kalintan menyebutkan, warga sudah merasa resah akibat mahalnya harga gas elpiji kelas ekonomi itu, contohnya yang dijual di toko UD CM. Namun mau tak mau warga terpaksa membelinya, dari pada tidak bisa memasak.

Karena itu, mereka berharap instansi terkait menindak dan memberi sanksi hingga kepada menghentikan pasokan elpiji dan mencabut izin pangkalan tersebut.

“Kami minta agar disperindag tegas terhadap pangkalan itu. Kami minta pasokan gas distop ke pangkalan itu sesuai kesepakatan pada rapat antara disperindag bersama agen dan pangkalan seperti yang kami baca di media. Kepala disperindag jangan cuma gertak sambal saja, buktikan ke masyarakat bahwa disperindag bisa tegas terhadap pangkalan yang nakal,” ujar Kalintan.

Semwntara itu, awak media sudah mencoba menemui pihak pangkalan yang dimaksud, namun sayang pangkalan itu sedang tutup. Amatan di lokasi, tidak ada terlihat satu pun tabung gas di area pangkalan itu. (Job Purba)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *