Lho, Dana Program Keluarga Harapan di Sirandorung Dikutip dari Warga?

  • Whatsapp
Radius Tumanggor.

Tapanuli Tengah – Dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang digulirkan pemerintah untuk kesejahteraan Ibu Rumah Tangga (IRT) keluarga miskin, khususnya di wilayah Desa Pardomuan, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) diduga dikutip oleh oknum petugas PKH sebesar Rp.100 ribu dari masing-masing penerima PKH, Rabu, (14/3/2018) usai pencairan dana tersebut dari BRI Unit Manduamas.

Adanya indikasi dugaan kutipan kepada penerima PKH sebesar Rp.100 ribu itu, terjadi pada Rabu, (14/3/2018) kemarin sekitar pukul.19.00 WIB. Oknum petugas PKH disebutkan langsung mendatangi rumah masing-masing peserta penerima PKH yang menerima kesejahteraan keluarga miskin sebesar Rp.850.000,-

Bacaan Lainnya

Hal Itu disampaikan oleh Radius Tumanggor (34), warga Desa Pardomuan, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, kepada Smart News Tapanuli, Kamis (15/3/2018) sekira pukul.10.00 WIB, di pekan Pasar Kamis Sirandorung.

Radius mengatakan, isterinya Rusniati br Simamora (38) menerima dana PKH dari BRI Unit Manduamas, sebesar Rp.850.000,- setelah menerima pencairan dana tersebut, malamnya ada oknum petugas PKH yang datang menerima Biaya Rp.100 Ribu kerumah mereka. Spontanitas mereka kaget karena harus mengeluarkan uang Rp.100 ribu dari kantong mereka kepada oknum tersebut bermarga Marbun dari Desa Siordang, Kecamatan Sirandorung.

“Kami merasa kaget saja, masa ada pungutan lagi Rp.100 ribu kepada masing – masing penerima PKH sebanyak 20 orang di Desa Pardomuan. Mengapa tidak langsung di pungut di kantor BRI Manduamas kemarin,” tanya Radius Tumanggor.

Radius Tumanggor yang memiliki 2 anak, 1 putera dan 1 putri ini, menambahkan, jika memang ada uang embel-embel di dalam pencairan dana PKH yang dipatok harus Rp.100 ribu, kepada masing-masing peserta penerima dana PKH, menurutnya tidak logika lagi.

“Karena petugas PKH tersebut punya gaji dari pemerintah, tetapi masih ada pemotongan seperti ini, ini tidak wajar lagi. Kecuali mereka sebagai petugas PKH tidak mematok biaya, sekedar ucapan terimakasih. itu wajar-wajar saja, jika semua peserta penerima PKH di wilayah kecamatan sirandorung dikutip Rp.100 ribu masing-masing penerima, sudah berapa banyak uangnya itu. Ini perlu ditindak oleh petugas, apalagi pungli sekarang sudah dilarang keras oleh pemerintah,” pungkasnya.

Hingga saat ini belum diperoleh klarifikasi dari oknum petugas PKH tersebut terkait keluhan warga ini. (Sahat Tumanggor)

 

Editor: Ren Morank

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *