Sibolga – Tak hanya meresahkan masyarakat, aksi konvoi pelajar SMK di Kota Sibolga juga mengundang perhatian dan keprihatinan Kadis Pendidikan Sibolga, Alpian Hutauruk.
Alpian mengatakan selama ini, sebelum dan sesudah UN berlangsung pihaknya terlebih dahulu menyurati Satpol PP agar berjaga-jaga di gerbang sekolah.
Hal ini untuk meminimalisir agar pelajar tidak melakukan aksi coret-coret baju dan arak-arakan usai mengikuti UN.
“Tahun ini kita tidak menyuratinya karena tidak kewenangan kita. Saya berharap untuk SMA nanti pihak Polres Sibolga dan Satpol PP dilibatkan oleh sekolah,” ujar Alpian kepada wartawan, Jumat (6/4/2018).
Ia mengaku prihatin dan tidak bisa berbuat banyak karena itu sudah menjadi zona Provinsi Sumut.
“SMA/SMK sekarang jadi zona provinsi dan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita sangat menyesalkan aksi arak-arakan ratusan siswa dengan sepeda motor, coret-coret baju dan seterusnya,” katanya.
Diminta kepala sekolah menyurati Polres dan Satpol PP agar berjaga-jaga di pagar sekolah, dan ketika hari terakhir UN jangan sampai ada arak-arakan dan kalau bisa alat coretannya disita.
Alpian juga berharap pihak Kepolisian menindak tegas pelajar yang mengikuti konvoi karena sudah mengganggu kenyaman berlalulintas.
“Kepolisian jangan ragu meraziai anak-anak yang melakukan aksi konvoi, mereka dipastikan tidak punya SIM, bahkan banyak yang tidak punya helm, sebaiknya dirazia saja karena mereka hampir tidak peduli dengan lalulintas,” ucapnya.
Meski begitu, pihaknya akan berkoordinasi minimal menyurati pihak kepolisian agar kejadian yang sama tidak terulang untuk wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah. (ril)







