oleh

Jual Narkoba ke Polisi, Pasutri 6 Anak Ini ‘Nginap’ di Sel

Tapanuli Selatan – Pasangan suami istri asal Desa Pintupadang Raya II, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) ini, harus pasrah hidup bersama di balik jeruji besi di kantor polisi.

Pasalnya, Abdul Rusdi Siregar (41) dan istrinya Marija br Batubara (38) yang sudah dikaruniai 6 orang anak ini, kini berurusan dengan aparat kepolisian dalam kasus narkoba.

Alih-alih untuk mencari nafkah keluarganya, sehingga pasutri ini pun nekad melakukan perbuatan melawan hukum dengan menjual narkoba jenis ganja.

Apesnya, pasutri ini bahkan tak tau bahwa pembeli ganja merupakan seorang polisi yang berpakaian preman.

Kapolres Tapsel, AKBP Mohammad Iqbal melalui Kasat Narkoba, AKP Zulfikar menjelaskan, Abdul dan istrinya Marija ditangkap pada Rabu, (4/4/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Pasutri ini ditangkap didalam rumah mereka setelah petugas kita menyaru sebagai pembeli ganja. Saat akan transaksi kedua tersangka langsung ditangkap,” kata Zulfikar kepada wartawan, Kamis, (5/4) diruang kerjanya.

Zulfikar mengatakan, petugas kemudian melakukan penggeledahan didalam rumah tersangka, dan menemukan barang bukti 1 kotak rokok yang didalamnya berisi 4 bungkus plastik klip diduga sabu seberat 0,11 gram, 1 bungkus plastik assoy berwarna hitam berisi 1 bungkus/bal diduga ganja yang dibalut dengan lakban warna coklat seberat 500 gram, 1 bungkus plastik assoy warna merah diduga berisi ranting ganja seberat 100 gram serta uang tunai sebesaar Rp289 ribu.

Selain itu, barang bukti lainnya yang berhasil disita petugas, yakni 1 unit timbangan duduk warna orange, 1 buah gunting warna hitam, 1 buah hekter, 1 kotak anak hekter, 20 lembar potongan kertas nasi warna coklat dan 3 bungkus plastik klip besar yang didalamnya berisi plastik klip kecil kosong.

“Dari pengakuan pasutri tersebut, mereka nekad melakukan perbuatan yang sudah jelas melanggar hukum ini sejak 3 bulan yang lalu akibat tidak memiliki pekerjaan. “Terpaksa kami jual narkoba untuk menafkahi keluarga kami Pak. Kemarin kami bertani, tapi sawah yang kami garap terkena hama pak,” ujar Zulfikar menirukan ucapan dari kedua tersangka.

Sambungnya lagi, untuk guna proses hukum lebih lanjut, pasutri berikut barang bukti diamankan ke Mapolres Tapsel.

“Kita akan lakukan pengembangan dalam kasus ini, sementara pasal yang kita sangkakan kepada kedua tersangka adalah pasal 112 ayat 1 dan 114 ayat 1, Undang-Undang Narkotika tahun 2009 dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 25 tahun penjara, atau seumur hidup,” ucapnya mengakhiri keterangannya kepada wartawan. (RMS)

Komentar