Masih Banyak Pengendara Melanggar Aturan Berlalulintas di Sibolga, Ini Buktinya

  • Whatsapp
Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu R Sormin Diwawancara Wartawan. FOTO: Dok istimewa.

Sibolga – Polres Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) merilis rekapitulasi hasil Operasi Keselamatan Toba 2018 yang digelar pada 5-25 Maret 2018 lalu.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hatorangan Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadansyah Sormin dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (6/4/2018) menjelaskan, selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2018, terdapat 117 pelanggar lalulintas diberi tindakan langsung (Tilang) dan 852 pelanggar lainnya diberi teguran.

Bacaan Lainnya

Sormin mengatakan, pengendara yang melanggar tata tertib dan keselamatan berlalulintas berasal dari berbagai profesi pekerjaan, karyawan swasta 78 kasus, pengemudi 28 kasus dan pelajar/mahasiswa 11 kasus.

“Jumlah kendaraannya, roda dua 92 unit dan roda empat 31 unit,” papar Sormin.

Sambungnya, selama kegiatan operasi berlangsung, terdapat tiga kasus kecelakaan lalulintas dengan spesifikasi luka ringan 5 orang dan kerugian material diperkirakan Rp1 juta, barang bukti yang disita 2 SIM dan 3 STNK.

Kemudian pengendara dihimbau agar mematuhi peraturan lalulintas, bagi kendaraan roda dua dan tiga agar menyalakan lampu disiang hari, gunakan helm berstandar SNI, lengkapi surat-surat kendaraan.

“Jangan ugal-ugalan, jangan memakai knalpot blong, periksa kelayakan kendaraan dan patuhi rambu-rambu lalulintas,” ujarnya.

Begitu pula bagi pengendara roda empat atau lebih, gunakan sabuk pengaman, tanamkan niat berangkat dari tempat menuju tempat yang dituju tetap selamat.

Berikut jenis pelanggaran lalulintas selama Operasi Keselamatan Toba 2018:

Pengendara roda dua tidak pakai helm 56 kasus, melanggar rambu berhenti dan parkir 4 kasus, tidak mematuhi perintah petugas 1 kasus, kelengkapan surat-surat 35 kasus, pengendara roda empat tidak gunakan safety belt 9 kasus, muatan overloading 4 kasus, melanggar rambu berhenti dan parkir 6 kasus, kelengkapan surat 6 kasus.

“Barang bukti yang disita Polisi di antaranya, 40 SIM dan 67 STNK, serta 10 unit kendaraan,” ungkapnya. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *