oleh

Mantan Lurah yang Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur Diberhentikan Tidak Dengan Hormat

Sibolga – Sebelum tersangkut kasus dugaan cabul terhadap anak dibawah umur, ternyata pria berinisial ASN yang pernah menjabat sebagai Lurah Kota Beringin, Kecamatan Sibolga Kota, sudah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sekretaris Daerah Kota Sibolga M Yusuf Batubara didampingi Inspektur Yahya Hutabarat dan Kepala BKD Amarullah Gultom menegaskan, pemberhentian ASN sebagai PNS Pemko Sibolga berdasarkan SK Walikota Sibolga nomor 888/141/ tahun 2018.

Kemudian, nota dinas Inspektorat Kota Sibolga nomor 106/ND/VII/ tahun 2017, tentang laporan hasil pemeriksaan kasus terhadap PNS atas nama inisial ASN.

“ASN terbukti melakukan perbuatan berupa tidak masuk kerja selama 72 hari atau melebihi 46 hari kerja tanpa alasan yang sah,” jelas Yusuf Batubara dalam keterangan pers di Kantor Walikota, Minggu (10/6).

Oleh tim pembinaan aparatur menjatuhkan hukuman disiplin jenis berat, yaitu pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

Ketika ASN diberhentikan dari jabatannya sebagai Lurah Kota Beringin, yang bersangkutan terbukti membawa aset kantor berupa sepeda motor dinas. Terhadap hal itu, ASN pun diberikan sanksi teguran.

Baca juga: Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, Mantan Lurah Ini Ditangkap Polisi

Selain melanggar disiplin pegawai, ASN juga terindikasi sebagai pengguna narkoba. Hal ini ketika Pemko Sibolga melakukan tes urine terhadap pejabat, PNS, dan tenaga honor beberapa waktu lalu.

“Ketika tes urine, ASN terindikasi pemakai narkoba,” ungkap Yusuf Batubara.

Sebelumnya, ASN yang diduga mencabuli anak perempuan berusia 8 tahun itu, ditangkap petugas Polres Sibolga dari kamar kos-nya di Jl Sutoyo Siswomiharjo, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota, Sabtu (9/6).

Informasi yang berhasil dihimpun, diduga dalam memuluskan aksinya, ASN mengimingi uang jajan kepada korban yang tak lain cucu pemilik kos-kosan.

Sumber yang namanya tidak ingin ditulis kepada wartawan mengungkapkan, dugaan pencabulan itu terjadi seminggu yang lalu. Saat itu korban mengeluh kesakitan pada bagian bawah perut kepada neneknya.

“Si nenek mengira kalau cucunya tersebut masuk angin, lalu mengurutnya. Tetapi saat korban buang air kecil dia merasa kesakitan pada bagian kemaluannya. Merasa curiga, si nenek pun memutuskan untuk membawa korban berobat ke rumah sakit,” kata sumber, Minggu (10/6).

Nenek korban terkejut mendengar keterangan dokter yang mengatakan bahwa kemaluan korban sudah dimasuki benda tumpul. (dody)

Komentar