oleh

Terungkap! Ini Alasan Pemain Inggris Dilarang Berjabat Tangan saat Hadapi Swedia

Smart News Tapanuli – Inggris memiliki peluang emas untuk mencapai final Piala Dunia pertama mereka sejak 1966. Setelah mengalahkan Kolombia dalam adu penalti di babak 16 besar, tim asuhan Gareth Southgate kini hanya berjarak dua pertandingan untuk mencapai babak puncak sepak bola dunia.

Inggris menghadapi Swedia dalam laga perempat final Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Stadion Samara Arena, Sabtu (7/7) pukul 21.00 WIB. Jika menang, mereka akan maju ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1990.

Selanjutnya mereka akan menghadapi pemenang perempat final Sabtu lainnya antara tuan rumah turnamen Rusia dan Kroasia. Inggris akan menjadi favorit melawan salah satu dari kedua belah pihak, jadi tidak heran pelatih Inggris,Gareth Southgate telah menggambarkan ini sebagai kesempatan sekali dalam seumur hidup untuk mencapai laga final.

“Ini adalah kesempatan besar dan meskipun tim kami akan secara individual lebih baik dalam dua tahun, kami mungkin tidak memiliki kesempatan ini lagi,” kata Southgate.

Memang, Inggris saat menjadi tim favorit yang ketiga dibawah Prancis dan Belgia untuk memenangkan turnamen ini. Namun mereka kudu harus bisa menyingkirkan Swedia di babak perempat final.

Lalu, mengapa pemain Inggris telah diberitahu untuk tidak berjabat tangan dengan para pemain Swedia di awal pertandingan? Berjabat tangan sebelum laga dimulai adalah hal yang lumrah di sepak bola. Itu menunjukan rasa hormat kepada lawannya.

Menurut laporan eksklusif dari Sam Cunningham, koresponden sepak bola untuk Inggris yang dikutip dari givemesport.com, Sabtu (7/7/2018) para pemain Inggris telah diinstruksikan untuk melakukan salam ‘tinju kepalan’ dari pada berjabat tangan ketika menghadapi Swedia.

Mengapa? Nah, setelah perencanaan yang matang oleh Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) dan tim dokter sepakbola Inggris, Robin Chakrabarty, sudah diputuskan bahwa berjabat tangan berisiko menyebarkan kuman. Sedangkan Tinju kepalam mencegah penyebaran kuman dan sebagai hasilnya mengurangi kemungkinan penyebaran virus dan penyakit.

FA tidak meninggalkan peluang sekecil apa pun untuk memenagkan turnamen ini. FA mengatakan bahwa penyakit di kamp bisa menggagalkan turnamen mereka dan mereka mendesak para pemain dan staf untuk mengambil tindakan pencegahan. Virus ini bisa membuat fisik para pemain menajdi tidak bugar.

“Ini adalah contoh lain tentang bagaimana Southgate dan tim stafnya tidak meninggalkan peluang sekecil apa pun saat mereka berusaha mencapai semifinal Piala Dunia pertama sejak Piala dunia 1990. Kami sedikit lagi menggapi kesuksesan, dengan skuad muda Inggris yang bersemangat memenangkan pertandingan turnamen besar pertama mereka. Tinju kepalan ini adalah salah satu rencana dan persiapan dalam hal membangun,” ujar Cunningham.

 

sumber: sindonews.com

Komentar