Polisi Gerebek Sebuah Rumah di Kota Baringin

  • Whatsapp
Foto tersangka narkoba inisial DHP alias D. (foto: istimewa)

Sibolga – Satres Narkoba Polres Sibolga menggerebek sebuah rumah di Gg Lapo Sona di Jalan H.Zainul Arifin, Kelurahan Kota Baringin, Kecamatan Sibolga Kota, Sabtu 25 Agustus 2018. Pengerebekan dilakukan setelah petugas menerima informasi adanya masyarakat yang memiliki narkoba jenis sabu-sabu.

“Setelah menerima informasi tersebut Kasat Narkoba AKP E.Panjaitan memerintahkan KBO Narkoba Ipda Mega Putra untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman. Petugas yang mengetahui keberadaan tersangka langsung menuju TKP,” ujar Sormin dalam keterangan tertulis, Jumat 7 September 2018.

Bersama aparat pemerintah setempat, petugas selanjutnya mendatangi rumah yang ditempati tersangka.

“Saat dilakukan pengerebekan, petugas memergoki tiga pria. Namun saat itu ketiganya melarikan diri,” sebut Sormin.

Namun seorang dari ketiga pria itu berinisial DHP alias D (32) warga Jalan Cokroaminoto No 159 Lingkungan I Kelurahan Mekar Baru Kisaran Kabupaten Asahan dan Jalan AMD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), berhasil ditangkap dari persembunyiannya di sebuah rumah setelah melarikan diri.

“Petugas bersama aparat pemerintah setempat selanjutnya membawa tersangka DHP menuju lantai II rumah. Di dalam kamar rumah tersebut ditemukan sejumlah barang bukti berupa 1 bungkus kecil plastik bening di duga sabu sabu, 1 bungkus kecil plastik bening di duga sisa sabu-sabu, 2 buah mancis, 2 buah pipa kaca,1 rokok warna merah, 1 buah gunting warna merah, 1 buah sendok sabu, 6 buah pipet sudah dibentuk, 1 unit HP merek Nokia warna hitam dan uang Rp 100.000,” bebernya.

Tersangka kemudian digelandang ke Polres Sibolga. “Setelah tersangka di tes urine, positif mengandung Amphetamine,” jelasnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku belum pernah dihukum dan telah berumah tangga memiliki seorang anak.

“Tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga diduga melapas 114 ayat (1) Subs 112 ayat (1) Undang undang RI nomor 35 thn 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun,” pungkasnya. (ren)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *