oleh

Kepala SMK di Taput Bakar Puluhan Sepatu Siswa

Tarutung – Alasan tidak mentaati tata tertib sekolah, Lysbet Megawaty Simamora, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara membakar puluhan sepatu anak-anak sekolah.

Melansir SIB, Jumat 28 September 2018, dari beberapa anak di sekolah tersebut, pembakaran sepatu siswa terjadi, Sabtu 22 September 2018.

Awalnya aksi pembakaran tersebut dilakukan saat selesai senam pagi kemudian guru-guru di sekolah tersebut melakukan rajia kaus kaki.

“Setelah selesai senam pagi, LMS memerintahkan kami agar maju ke depan barisan guna untuk membuka kaus kaki yang bukan warna putih. Lalu Kepsek juga memerintahkan Satpam mengambil mancis dan minyak dari mesin babat agar kami sendiri yang bakar hingga pada akhirnya banyak teman-teman kami menangis histeris karena sepatunya telah dibakar,” ucap salah seorang murid yang tidak mau namanya disebutkan.

Kemudian katanya, setelah kejadian tersebut pihaknya bersama teman-teman membeli sandal jepit dan pada Senin 24 September 2018, banyak siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan trauma serta tidak memiliki sepatu.

Ditanya apakah guru-guru di sekolah tersebut pernah memberikan peringatan secara lisan dan tertulis kepada siswa. Ia mengaku bahwa peringatan secara lisan dan tertulis tidak pernah dilakukan oleh guru.

“Tidak pernah kami terima itu, baik lisan maupun tulisan, tiba-tiba saja sepatu kami dibakar,” ungkapnya.

Orang tua siswa boru Manurung juga mengaku tidak pernah menerima surat peringatan baik secara lisan maupun secara tertulis dari sekolah tersebut.

“Oh saya tidak pernah menerima surat dari tempat sekolah anak saya, lagi pula anak saya setahu saya baik ko. Buktinya dia juara. Kalau ada kesalahan anak saya, ya pihak sekolah layangkan dong surat peringatan,” tuturnya dengan nada kesal.

LMS – yang juga isteri Asisten I Pemkab Taput ini – ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Ya benar saya memang telah melakukan pembakaran sepatu anak didik tersebut dan foto kejadian itu adalah benar,” ujarnya seraya menjelaskan bahwa sebelumnya sudah dibuat peringatan kepada anak-anak didik. (*)

Komentar