oleh

Satu Keluarga Tewas di Samosir, Pelaku Ayahnya Sendiri?

Samosir – Pihak kepolisian menduga meninggalnya pasangan suami istri dan dua balita di Desa Tambun Sungkean, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, bukan karena dibunuh orang lain. Polisi meyakini tindakan keji itu dilakukan oleh James Samosir, sang kepala rumah tangga.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol ‎Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, berhasil hasil keterangan saksi dan keluarga korban serta tetangga, hubungan antara James dan ‎Rosalina sudah tidak harmonis sejak enam bulan terakhir. James yang bekerja sebagai petani tidak pernah lagi memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya.

“Hubungan sudah tidak harmonis, yang ditandai dengan istri korban bersama dengan anak-anak sering pergi dan menginap di rumah orang tuanya. Diduga para korban meninggal akibat adanya tindak pidana penganiayaan,” kata Tatan, Kamis (25/10).

Menurut Tatan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, polisi mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Selanjutnya, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 bilah pisau dengan sarung yang berlumuran darah, kain atau pakaian anak-anak korban, satu batang balok kayu berukuran 1 meter, dan 1 botol racun hama merek gramoxone.

“Tidak tertutup kemungkinan pelaku penganiyaan yang mengakibatkan meninggalnya orang adalah James Samosir yang terlebih dahulu melakukan penganiayaan terhadap istri dan anak korban. Selanjutnya, James Samosir melakukan upaya bunuh diri dengan cara menyayat urat nadi tangan sebelah kiri dengan menggunakan pisau,” ungkapnya.

Setelah dilakukan identifikasi, pihak kepolisian membawa jenazah korban ke RSUD Pangururan, Kabupaten Samosir. Lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan otopsi.

Tatan menyebutkan pihak keluarga korban meminta pihak kepolisian mengusut tuntas tindak pidana pembunuhan tersebut.

“Tidak tertutup kemungkinan sebelum melakukan pembunuhan korban James Samosir sudah dalam kondisi mabuk alkohol jenis tuak,” katanya. (SN)

Loading...

Komentar