Buaya Tenggelamkan Seorang Warga yang Lagi Nyuci di Sungai

  • Whatsapp
Ilustrasi Buaya di Sungai. (FOTO; LINE Today)

Mandailing Natal – Seorang warga diserang buaya di sungai Kunkun, Dusun Simpang Bambu, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Senin malam (26/11). Korban bernama Loide Sirait (45), ditemukan tewas.

Dilansir sindonews, peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang menyuci pakaian di sungai Kunkun bersama temannya, Martianna Panjaitan (40) sekitar jam 17.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Namun saat sedang menyuci, Martianna melihat seekor buaya berukuran kurang lebih 4 meter muncul. Dan dalam waktu yang sangat cepat, buaya itu menenggelamkan Loide dengan sabetan ekornya lalu menenggelamnya dengan menggunakan mulutnya.

“Kebetulan saya dan Ibu Loide sore itu mencuci pakaian di pinggir sungai, tiba-tiba seekor buaya menerkamnya dan menyeretnya ke dalam sungai. Dia sempat minta tolong-tolong,” ucap Martianna Panjaitan kepada wartawan, Selasa (27/11).

Martiana kemudian berlari ke rumahnya berjarak sekitar 25 meter dari Sungai Kun-Kun. Dia lalu meminta tolong kepada suaminya, Alboin Sitorus untuk membantu Loide. Martianna bersama suami selanjutnya menuju ke sungai tersebut, namun Loide sudah menghilang dibawa buaya. “Saya sangat takut melihat kejadian itu, saya pun minta tolong kepada warga,” ungkap Martianna.

Selanjutnya warga melakukan pencarian ke arah hulu sungai Kunkun. Dan sekitar pukul 19.30 WIB, salah satu warga bernama Mukmin Hasibuan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia, sekitar 500 meter dari TKP. Lengan tangan kanan korban patah, bahu sebelah kiri, dada sebelah kiri robek, dan mata sebelah kiri terluka.

Terkait peristiwa itu, Kapolsek Natal AKP JR Purba membenarkannya. Jenazah korban dibawa ke Kecamatan Porsea, Kabupaten Tobasa untuk dimakamkan hari ini.

“Memang benar ada laporan yang kami terima korban dimangsa buaya. Beberapa personel kami langsung menuju ke lokasi kejadian,” ujarnya.

JR Purba mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menangani satwa liar tersebut karena dikhawatirkan akan kembali membahayakan warga.

“Tindakan selanjutnya kami bersama BKSDA menanganinya agar keresahan masyarakat tidak bertambah dari ancaman buaya di sungai Kunkun,” pungkasnya. (sn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *