Petani Kopi Madina Terima Bantuan Mesin dan Greenhouse dari BI Sibolga

  • Whatsapp
Kepala KPw BI Sibolga, Aswin Kosotali didampingi Anggota DPR RI, Sihar Sitorus menyerahkan bantuan PSBI kepada koperasi pengelola kopi di Desa Simpang Duhu Lombang, Kecamatan Ulu Pungkut, Madina. (FOTO: dok_istimewa)

SNT, Madina – Dua koperasi pengelola kopi di Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara, menerima bantuan dari Bank Indonesia. Keduanya yakni, Koperasi Permata Tanah Madina dan Koperasi Simpang Duhu Dolok Sejahtera.

Koperasi Permata Tanah Madina, menerima bantuan 3 unit bangunan greenhouse (rumah kaca) untuk pengolahan kopi kapasitas 20 ton. Sedangkan Koperasi Simpang Duhu Dolok Sejahtera, menerima bantuan pompa air, mesin babat, mesin rousting kopi, dan boiler.

Bacaan Lainnya

Bantuan yang bersumber dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) tersebut diserahkan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sibolga, Aswin Kosotali bersama anggota DPR RI dari Komisi XI, Sihar Sitorus, di Desa Simpang Duhu Lombang, Kecamatan Ulu Pungkut, Madina, Sabtu (13/3/2021).

Kepala KPw BI Sibolga, Aswin Kosotali mengatakan, bantuan sarana dan prasarana pengolahan kopi tersebut sebagai bentuk dukungan dan dorongan BI bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah pandemi COVID-19.

UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dengan jumlah pelaku usahanya sekitar 62 juta. Tidak mungkin ekonomi Indonesia bisa tumbuh tanpa melakukan pemberdayaan terhadap UMKM.

“Maka itu, BI terus mendukung dan mendorong penguatan UMKM, khususnya yang terkait dengan UMKM pariwisata, ketahanan pangan, dan potensi ekspor,” ujar Aswin.

Aswin berharap, petani kopi di Madina dapat melewati masa pandemi COVID-19, serta dapat mengembalikan kejayaan kopi Madina yang sudah mendunia.

“Semoga bantuan BI ini jadi penyemangat. Tingkatkan produksi dan juga kualitas, sehingga potensi ekspor kopi Madina dapat disupport. Ini bisa kita lakukan kalau kita kreatif dan inovatif,” ujar Aswin.

Anggota DPR RI dari Komisi XI, Sihar Sitorus, mengucapkan terima kasih kepada BI Sibolga atas bantuan sarana dan prasarana pengolahan kopi yang disampaikan lewat koperasi.

Sihar berharap kepada koperasi penerima supaya menjaga kepercayaan yang diberikan BI tersebut, dengan cara merawat dan menjaga bantuan dengan baik serta memanfatkannya untuk meningkatkan produksi, cita rasa, maupun tampilan (kemasan).

“Bantuan BI ini cukup besar, kalau proposal biasa, greenhouse tidak akan jadi. Maka, tolong jaga kepercayaan yang diberikan BI. Supaya jangan ini bantuan yang terakhir dari BI,” ujarnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, Kopi Mandailing atau yang dikenal Mandheling Coffee adalah kopi jenis Arabika.

Kopi Mandailing pernah dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia, serta memiliki harga tertinggi di pasar internasional.

Kopi Mandailing ini pertama kali ditanam di dekat perbatasan Sumut dan Sumatra Barat (Sumbar) tepatnya di wilayah Pekantan, Madina.

Seiring waktu, kopi Mandailing ini juga ditanam di beberapa daerah di Madina lainnya, di antaranya Desa Simpang Banyak, Kecamatan Ulu Pungkut dan Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan Timur.

Sementara itu, beberapa daerah di luar Madina di Sumut juga turut menghasilkan kopi Mandailing berkualitas dan kebanyakan juga berlabel Mandailing, sehingga berpengaruh negatif terhadap petani dan pelaku kopi di Madina atau daerah asalnya. (snt/ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *