PSI Tapteng: Menjaga Toleransi adalah Sikap Solidaritas Kita

  • Whatsapp
DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tapteng Gelar Acara Safari Toleransi bersama caleg DPR, DPRD Sumut dan DPRD Tapteng di Pia Hotel Pandan, Senin (25/3/2019). (Foto: Istimewa)

Tapanuli Tengah — Toleransi adalah sikap masyarakat yang saling menghormati satu sama lain, baik dalam kehidupan sosial masyarakat yang berbeda suku, agama, ras dan antar golongan. Sikap toleransi ini telah lama tumbuh di bumi Tapanuli Tengah (Tapteng).

Walau akhir-akhir ini ada kekhawatiran atau kecemasan mengancam toleransi dalam skala nasional dan beberapa daerah, tapi untuk Tapteng itu masih belum muncul karena masyarakatnya penuh dengan sikap toleransi yang ditanamkan para tokoh adat, agama ataupun tokoh-tokoh masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Sikap toleransi yang ditanamkan para orangtua itu harus dan wajib kita jaga dan pelihara dalam kehidupan. Menjaga toleransi dengan tindakan nyata dengan mewujudkan Trilogi Kebangsaan PSI,” ujar Plh Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tapteng, Bernad Tarihoran di acara safari toleransi bersama caleg DPR, DPRD Sumut dan DPRD Tapteng di Pia Hotel Pandan, Senin (25/3/2019).

Dia menjelaskan, tiga poros misi perjuangan PSI adalah menebar kebajikan, merawat keragaman dan mengukuhkan solidaritas.

PSI lahir untuk menyemai, menebar, memupuk, menumbuhkan, menyuburkan kembali benih-benih kebajikan sebelum punah ditelan kegelapan dan keserakahan. Disinilah PSI meletakkan pondasi berdirinya, sebagai barisan orang baik yang terpimpin, terdidik dan terorganisir untuk melawan kejahatan.

Bila kelak PSI ditakdirkan mengemban amanah rakyat, PSI tidak akan pernah terlibat dalam persekongkolan jahat melemahkan institusi pemberantasan korupsi, KPK, sebagai anak kandung refomasi. KPK perlu terus diperkuat bersamaan dengan pembenahan serius di tubuh kepolisian dan kejaksaan.

“Jika rakyat menjatuhkan kepercayaannya kepada PSI di 2019. Saya berani menyatakan, PSI tidak akan pernah tertarik menerbitkan Perda diskriminatif. Tidak mungkin menebar kebajikan dan merawat keragaman jika tidak ada sebuah ikatan di antara unsur-unsur,” ujarnya.

Inilah Trilogi kelahiran sebuah generasi politik baru. Trilogi perjuangan Partai Solidaritas Indonesia. Trilogi kemanusiaan, trilogi pergolakan kaum muda dan perempuan Indonesia. Trilogi yang menolak kenyataan bahwa bangsa yang begini kaya raya, hanya menjadi bangsa pelengkap dalam peta percaturan dunia.

“Sebagai partai baru, PSI tentu harus membawa gagasan dan cara berpolitik yang baru. Karenanya kami sangat ketat dalam rekrutmen pengurus. Pengurus harus berusia di bawah 45 tahun dan belum pernah menjadi pengurus harian partai politik manapun. Inilah komitmen kami terhadap perwujudan kebaruan PSI,” tegasnya.

PSI adalah sebuah gagasan baru dalam politik Indonesia, yang mendasarkan diri pada semangat membangun politik yang bersih, politik yang bekerja melayani rakyat, politik yang terbuka.

Acara ini dihadiri 500 orang yang meliputi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader dan simpatisan PSI. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *