Syarfi Hutauruk, Berasal dari Keluarga Petani Miskin Hingga jadi Walikota

  • Whatsapp
Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk Menyampaikan Sambutan di Acara Syukuran Hari Ulang Tahunnya ke 60 dan Launching Buku Miliknya di Gedung Nasional Sibolga, Selasa 9 Juli 2019 Malam. (Foto: dok-istimewa)

SmartNews, Sibolga – Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk gelar acara syukuran hari ulang tahunnya ke 60 tahun, pada Selasa (9/7/2019) malam di Gedung Nasional Sibolga.

Acara ini dihadiri ratusan tamu dan undangan. Hadir anggota VI BPK RI, Prof Harry Aziz, Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani bersama wakilnya Darwin Sitompul, unsur Forkopimda diantaranya Kapolres Sibolga,

Bacaan Lainnya

Dandim 0211/TT, Danlanal Sibolga, Perbankan, Anggota DPRD Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, pimpinan Partai Politik, Tokoh Agama, Ormas, OKP, Insan Pers dan bahkan beberapa teman semasa SD Syarfi Hutauruk.

Di acara ini dirangkai pula launching buku berjudul “Pemimpin Pelayan Membangun Kota Menggerakkan Perubahan” milik Walikota Sibolga.

Sarbinnor Karim mewakili para penulis memaparkan secara singkat terkait penulisan buku milik orang nomor satu di Kota Sibolga itu.

“Sebelum buku ini kami tulis, satu setengah tahun lebih kami amati budaya kerja Pak Syarfi dan keunikannya. Kami tidak sembarangan mau menulis profil kepala daerah, harus yang memang betul-betul kredibel. Buku Pak Syarfi ini, buku kepala daerah ke 315 yang kami tulis. 314 yang terdahulu, tidak satupun yang tersangkut masalah hukum (husnul khatimah) sampai masa tugas berakhir. Insya Allah Pak Syarfi juga demikian,” ucap Sarbinnor yang direspon dengan jawaban Aamiin, dari para tamu dan undangan yang hadir.

Walikota dua periode ini kemudian mengisahkan sekilas masa kecilnya. “Saya ini terlahir dari keluarga petani miskin. Berangkat sekolah saya bawa kue yang di masak kakak saya, untuk sambil saya jual di sekolah. Pulang sekolah, saya harus ke sawah, mencangkul sawah terlebih dahulu, baru saya makan siang. Tidak mudah proses yang saya alami untuk menjadi seperti saat ini. Tidak ada yang instan, namun proses yang penuh perjuangan berat itu, hasilnya luar biasa indah. Kemudian pesan saya, jangan durhaka pada orang tua. Itu kunci utama keberhasilan. Di buku ini, semua proses hidup saya hingga menjelang 1 dekade memimpin kota ini dikisahkan. Saya dedikasikan buku ini terkhusus untuk anak Indonesia, semoga menjadi inspirasi dan motivasi,” ungkap mantan anggota DPR RI itu.

Sementara itu, Prof Harry Azis dalam sambutannya menyampaikan, mengenal Syarfi Hutauruk saat masih menjadi Ketua Umum HMI.

“Saya kenal Syarfi ini, saat saya menjadi Ketua Umum HMI. Lobi beliau ini dari masih mahasiswa luar biasa. Bayangkan beliua sebagai Ketua HMI Sumatera Barat, mampu yakinkan saya untuk menggeser Munas HMI yang sudah dijadwalkan di Tanjung Karang, beralih ke Padang. Beliau ini juga salah satu orang yang bertangan dingin, yang turut menentukan karir saya bisa seperti saat ini. Karena karir saya di mulai dari DPR RI, dan tanda tangan beliau, menjadikan saya anggot DPR RI pada tahun 2004. Ternyata tangan dingin beliau, masih terbukti jitu bagi Pak Bakhtiar. Tangan dingin beliau, menjadikan Pak Bakhtiar menjadi Bupati Tapanuli Tengah. Bagi Bapak/Ibu yang mau jadi Walikota Sibolga ke depan, mintalah tangan dingin Pak Syarfi, pasti terpilih,” beber Prof Harry.

Acara ini ditutup dengan sambutan dari Nadzran mewakili tokoh masyarakat. Perayaan ulang tahun ke 60 dan launching buku ini berlangsung khidmat dan penuh keakraban.

Suapan kue ulang tahun dari Syarfi Hutauruk kepada tamu dan undangan yang hadir, menambah bukti bagaimana jiwa bergaulnya sosok Walikota Sibolga.

Seluruh tamu dan undangan yang berhadir pun, mendapatkan cendramata buku yang dilaunching. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *