SAR Sibolga Dikerahkan ke Nias Selatan Cari 4 ABK yang Hilang

  • Whatsapp
Foto: Danpos SAR Nias, Sukroadi Sastra Wijaya Bersama Personilnya Bergerak Menuju TKP (Kamis malam 21/11/2019) untuk Operasi SAR. (Istimewa)

SmartNews, Sibolga – Pos SAR Sibolga, menerjunkan 7 personilnya untuk membantu melakukan pencarian terhadap 4 ABK KM Restu Bundo asal Kota Sibolga, yang dikabarkan hilang setelah kapal tersebut disambar petir di perairan Desa Labuhan Hiu, Kecamatan Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut) pada, Selasa malam (19/11/2019).

Dan Pos SAR Sibolga, Harry Susanto menjelaskan, selain 7 personil dari Pos Pencarian dan Pertolongan Sibolga, sebanyak 8 personil Lanal Sibolga turut ikut dalam tim pencari.

Bacaan Lainnya

“Keberangkatan Tim SAR gabungan dengan KAL Mansalar ini dilepas Danlanal Sibolga. Jarak tempuh menuju lokasi diperkirakan 5 jam perjalanan,” kata Harry kepada wartawan, Jumat (22/11/2019).

Di Pulau Pini, ada satu unit perahu Landing Craft Runner (LCR) milik Basarnas, perahu speed 40 PK milik TNI AL, dan 2 kapal ukuran 5 GT milik nelayan.

“Persiapan kita ini berangkat naik kapal menuju Pulau Pini, kurang lebih 5 jam. Faktor cuaca juga kita perhitungkan, gelombang laut bisa sampai 1 meter,” katanya.

Harry menambahkan, Komandan Pos SAR Nias, Sukroadi Sastra Wijaya, saat ini bersama pos penyelamat Angkatan Laut Pulau Pini juga telah melakukan upaya dalam pencarian ke 4 ABK yang hilang tersebut.

“Lokasi pencarian mereka di Pulau Telo, bergerak ke Pulau Pini yang diduga titik kapal Restu Bundo tersambar petir,” jelasnya.

Foto: Tim SAR Sibolga dan AL Sibolga Sebelum Berangkat dari Mako Lanal Sibolga Menuju Perairan Nias Selatan. (ist)

Sebelumnya, Dan Pos SAR Nias, Sukroadi Sastra Wijaya, dikonfirmasi wartawan, membenarkan peristiwa nahas yang dialami kapal pencari ikan asal Sibolga berawak 7 ABK tersebut.

KM Restu Bundo berangkat dari Kota Sibolga pada, 17 November 2019, untuk mencari ikan di Pulau Pini. Namun, pada Selasa malam (19/11/2019), terjadi petir di laut dan menyambar kapal tersebut, kemudian tenggelam.
Sukroadi menjelaskan, pascaperistiwa tersebut, 3 ABK KM Restu Bundo, selamat. Mereka adalah, Anto (40), Hutahuruk (Wak Kuru) (36), dan Eno (35).

“Namun, Eno yang mengalami luka bakar serius, akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia. Sedangkan 4 ABK lainnya dinyatakan hilang,” ujar Sukroadi dihubungi lewat telepon seluler, Kamis malam (21/11/2019). (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *