Seorang Pria di Sibolga Ancam Istri dengan Airsoft Gun

  • Whatsapp
FOTO: AK dan Barang Bukti Airsoft Gun (tengah).

SmartNews, Tapanuli – Niat mau memperbaiki hubungan dengan istrinya, tetapi AK (36) malah melakukan tindakan yang tak boleh ditiru.

Pasalnya, AK menodongkan senjata airsoft gun ke arah istrinya, seraya mengancam akan berbuat nekat jika sang istri tak berkenan kembali kepadanya. Karena ketakutan, istri AK lantas melapor ke polisi.

Bacaan Lainnya

Loading...

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin menjelaskan, berdasarkan laporan istrinya, AK pun berurusan dengan polisi. AK ditangkap.

Sormin menerangkan, kejadiannya, di Jalan Merpati, Kelurahan Aek Manis, Sibolga, sekira pukul 18.00 WIB, Jumat (20/3/2020). Saat itu, sang istri naik becak, dan AK mengubernya naik motor.

Pengejaran AK berhasil, sang istri akhirnya menurut naik motor dengan AK, setelah dihardik dengan kalimat kasar dan menodongkan airsoft gun ke kepala sang istri.

“Tak sampai di situ, AK juga menjambak rambut istrinya supaya mau ikut dengannya,” jelas Sormin.

Usai menerima laporan, Kasat Reskrim, AKP D Harahap, memerintahkan Unit Opsnal melakukan lidik dan memburu pelaku AK yang memegang replika senjata api (airsoft gun) itu.

Pada hari itu juga, petugas berhasil menangkap AK, ketika sedang menelepon seseorang, sekira pukul 22.00 WIB, di Jalan Pari, Sibolga.

Kepada polisi, AK mengakui telah mengancam istrinya dengan senjata airsoft gun, setelah terjadi perselisihan di antara keduanya. Ternyata, AK ketahuan memiliki hubungan khusus dengan perempuan lain.

“AK mengaku terpaksa melakukan pengancaman itu agar sang istri bersedia kembali kepadanya,” katanya.

Kepada polisi, AK juga mengaku senjata airsoft gun 177 cal 4,5 mm, merek KWT buatan Taiwan itu bukan miliknya, melainkan milik orang lain (identitas dikantongi polisi). Rencananya, senjata tersebut akan dijual.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka AK, warga Jalan Jati, Gg Serasi, Kelurahan Pancuran Dewa, Kota Sibolga itu telah ditahan di RTP Polres Sibolga.

AK diduga telah melakukan tindak pidana memiliki senjata tanpa dilengkapi izin, serta pengancaman sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat (1) UU 12/DRT/1951, dan 335 ayat (1) KUHPidana, dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun. (pr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *