Ambulans Diduga Bawa Pasien COVID-19, Begini Penjelasan Bupati Humbahas

  • Whatsapp
FOTO: Sopir saat Keluar dari Ambulans. (Foto: Dok-Istimewa)

SmartNews, Tapanuli – Masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) sempat dihebohkan dengan adanya ambulans yang berhenti diduga membawa pasien ODP Covid-19 di Jalan Lintas Dolok Sanggul-Siborongborong, tepatnya di Desa Dolok Margu Km 6 Dolok Sanggul, Humbahas, Sumatra Utara, Rabu (25/3/2020).

Hal itu pertama kali diketahui dalam sebuah postingan foto akun Facebook milik @James Purba.

Bacaan Lainnya

Dalam foto digambarkan, sang sopir ambulans keluar dari dalam mobilnya lengkap dengan APD penanggulangan Covid-19.

Namun demikian, tak berselang lama Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor melalui akun Facebooknya @Dosmar Banjarnahor II memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait adanya foto yang beredar tersebut serta meminimalis berkembangnya asumsi negatif di kalangan masyarakat.

“Rest In Peace (RIP) ILP (19) Mahasiswa domisili Medan, alamat orang tua Dolok Sanggul,” begitu cuitan postingan Dosmar Banjarnahor II.

Bupati Humbahas juga menjelaskan kronologis dari kejadian tersebut.

Tanggal 2 Maret 2020 yang bersangkutan dari Medan pulang ke Dolok Sanggul. Tanggal 3 Maret 2020 ILP merasa demam. Selanjutnya tanggal 7-15 Maret 2020 opname di RSUD Dolok Sanggul diagnosa penyakit Tipus. Tanggal 15 Maret 2020 pasien pulang ke rumah dalam keadaan sudah sehat. Tanggal 17 Maret 2020 ILP kontrol ke RSUD Dolok Sanggul dan dalam keadaan sehat. Kemudian, tanggal 24 Maret 2020 masuk RSUD Dolok Sanggul melalui ruang UGD dan dianjurkan opname,” sambungnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan rontgen foto torax oleh dokter spesialis paru, didapati adanya gambaran mengarah ke pnemonia dan dokter paru merujuk yang bersangkutan ke RSUD Tarutung, Rabu (25/3/2020),” papar Dosmar Banjarnahor II.

Tetapi sebelum tiba di RSUD Tarutung, pasien sudah meninggal di perjalanan. Selanjutnya dibawa kembali pulang ke RSUD Dolok Sanggul,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD Dolok Sanggul menjelaskan bahwa yang bersangkutan belum bisa dipastikan terjangkit Covid-19 karena belum melakukan pemeriksaan rapid test atau swab cairan spesimen untuk diperiksa.

Salsah seorang rekan almarhum dari Ikatan Mahasiswa Humbahas USU, RPS mengatakan ILP memiliki riwayat penyakit maag (asam lambung) dan sudah terjadi infeksi.

Pihak keluarga SP juga menjelaskan hal yang sama bahwa almarhum mengidap penyakit asam lambung, setiap makan selalu muntah.

Perihal penguburan dilakukan langsung pada malam hari merupakan kesepakatan antara keluarga dengan Pemkab Humbahas melalui Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca).

“Kesepakatan terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan keluarga, serta memberikan pemahaman tentang kondisi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini. Sehingga pihak keluarga sepakat menyetujuinya sebagaimana Surat Edaran Bupati Humbahas tentang kewaspadaan penularan Covid-19 agar menghindari kerumunan massa,” pungkasnya.

 

Editor: Arif Tri Pujasakti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *