2 Ton Beras dari Warga Thionghoa Sibolga untuk Abang Becak, Sopir Angkot dan Pemain Keyboard

  • Whatsapp
FOTO: Sekretaris HTT Sibolga Mestika Nauli didampingi Ketua Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa (PSMTI) Kota Sibolga, Andri Parlinggoman saat Menyerahkan Bantuan 2 Ton Beras kepada DPRD Sibolga, Senin 6 April 2020.

SmartNews, Tapanuli – Warga Thionghoa Kota Sibolga, Sumatra Utara, kembali menyerahkan bantuan 2 ton beras untuk warga yang terdampak akibat virus corona disease (COVID-19), Senin (6/4/2020).

Sebelumnya, warga Thionghoa telah menyerahkan bantuan beras 5 ton kepada warga melalui Pemerintah Kota Sibolga, baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

Kali ini, bantuan 2 ton beras tersebut disalurkan melalui DPRD Sibolga, dan akan dibagikan kepada warga, Selasa (7/4/2020) besok.

“Terima kasih atas kepedulian warga Thionghoa Sibolga untuk membantu warga yang membutuhkan, dampak merebaknya kasus COVID-19. Kami terima bantuan ini, dan akan kami serahkan kepada warga yang sudah didata menerima bantuan ini,” kata Ketua DPRD Sibolga, Ahmad Syukri Nazri Penarik didampingi Wakilnya Jamil Zeb Tumori dan sejumlah Anggota DPRD lainnya.

Sementara itu, Jamil Zeb Tumori mengatakan, warga yang menerima bantuan beras ini adalah pemain keyboard, sopir angkot dan tukang becak bermotor di Kota Sibolga.

“Mereka sudah kita data untuk menerima bantuan beras ini. Datanya kita peroleh dari setiap anggota DPRD di dapil masing-masing,” kata Jamil.

Sementara itu, Sekretaris HTT Sibolga Mestika Nauli mewakili warga Thionghoa Sibolga menyampaikan, bantuan yang diserahkan sebagai bentuk empati kepada warga yang terdampak COVID-19. Soal bagaimana mekanisme pembagian bantuannya, Mestika menyerahkannya kepada DPRD Sibolga. Yang penting, tepat sasaran.

“Bantuan beras ini 1 ton dari Paguyuban Sosial Marga Thionghoa Indonesia Kota Sibolga, dan 1 ton dari Himpunan Tjinta Teman (HTT) Sibolga,” kata Mestika didampingi Ketua Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa (PSMTI) Kota Sibolga, Andri Parlinggoman kepada SmartNews usai penyerahan bantuan di Gedung DPRD Sibolga di Jl S Parman.

Dia mengungkapkan perekonomian saat ini mulai melemah dampak COVID-19, sehingga warga Thionghoa terpanggil untuk membantu.

“Etnis Thionghoa merasa dengan wabah COVID-19 ini situasi perekonomian kita agak melemah, apalagi teman-teman kita tukang becak bermotor, sopir angkot, pemain keyboard tentu penghasilannya mulai berkurang,” ujar Mestika.

“Sehingga kami merasa perlu membantu meringankan beban saudara-saudara kita. Dan kita doakan agar COVID-19 ini segera berlalu,” pungkasnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *