Tawuran Nyaris Pecah di Jalan Ketapang Sibolga, Seorang Mahasiswa Asal Tapteng Diamankan Bawa Sangkur

  • Whatsapp
FOTO: Tersangka (baju merah) Bersama Sejumlah Barang Bukti Diamankan di Mapolres Sibolga.

SmartNews, Tapanuli – Aksi tawuran sekelompok masyarakat nyaris terjadi di depan salah satu rumah ibadah di jalan Ketapang, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu malam (6/6/2020) sekira pukul 22.50 WIB.

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin menjelaskan, peristiwa itu diketahui dari laporan masyarakat, saat polisi sedang melakukan patroli untuk menciptakan Kamtibmas yang kondusif.

Bacaan Lainnya

“Polisi langsung turun ke lokasi (jalan Ketapang Sibolga). Setibanya di sana, warga yang akan terlibat tawuran berhamburan membubarkan diri setelah melihat kedatangan petugas kepolisian,” ujar Sormin kepada wartawan, Selasa (9/6/2020).

Disebutkan, ada 2 orang yang diinterogasi dan digeledah petugas di lokasi.

“Dari seorang laki-laki yang digeledah tersebut, petugas menemukan benda tajam berupa pisau sangkur sepanjang 29 centimeter terselip di pinggang sebelah kanan,” jelasnya.

Selanjutnya, laki-laki berstatus mahasiswa PTS di Medan berinisial RIWP alias I (19) warga Jl Gatot Subroto Lk V Kelurahan Pondok Batu, Tapteng itu diboyong ke Mapolres Sibolga.

Kepada polisi, mahasiswa tersebut mengaku membawa pisau sangkur itu untuk tawuran di daerah Pantai Ujung Sibolga.

Menurut Sormin, tawuran belum sempat terjadi. Sebab, tandingan tawuran kata diabdia tiba di lokasi.

“Tersangka tiba di lokasi untuk tawuran bersama sekitar 15 temannya. Dan teman tersangka yang diamankan Nando Hutabarat (14) warga jalan Gatot Subroto, Tapteng,” terangnya.

Tersangka kepada polisi mengaku rencana aksi tawuran itu akibat adanya teman mereka yang dikeroyok hingga terluka.

“Kemudian tersangka diajak bersama teman-temannya untuk membalas, dan berangkat ke Pantai Ujung Sibolga,” ujar Sormin.

Tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga diduga telah melakukan tindak pidana “Barang siapa tanpa hak memiliki, membawa, menyimpan dan atau menguasai senjata penusuk atau penikam sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat no 12 tahun 1951 tentang senjata tajam dengan ancaman hukuman 10 tahun. (pr_snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *