Perjuangan Guru di Humbahas Susuri Jalan Setapak di Pedesaan

  • Whatsapp
Derita Togatorop guru SD Negeri 177663 Marbun Dolok di Dusun Batu Mardinding.

SmartNews, Humbahas – Derita Togatorop guru SD Negeri 177663 Marbun Dolok di Dusun Batu Mardinding, Desa Marbun Tonga, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara (Sumut) tak lelah melangkahkan kakinya selama tidak hari libur menyusuri jalan rusak, mendaki, berkelok hingga jalan setapak untuk sampai ke rumah muridnya melaksanakan proses belajar mengajar.

Derita mengaku tak punya kendaraan roda dua untuk dipakai, sehingga dengan pengabdiannya sebagai seorang guru semangatnya tak pernah surut agar anak didiknya mendapat bekal ilmu di masa depan.

Bacaan Lainnya

Proses jemput bola untuk mengajar dengan menemui muridnya di rumah hal ini disebabkan pandemi Corona yang belum diketahui kapan berakhir.

Belum ada rekomendasi dari pemerintah diterima pihak sekolah untuk memberlakukan metode belajar tatap muka, sehingga para guru rekan Derita Togatorop juga melakukan hal yang sama.

Derita dengan setulus hati mendatangi satu per satu rumah muridnya. Proses pembelajaran untuk setiap murid dilaksanakan satu jam lebih kemudian berpindah ke rumah murid lainnya.

“Sesuai anjuran dari pemerintah, kami melaksanakan pembelajaran ke rumah siswa. Kami mengunjungi rumah siswa satu persatu,” jelas Derita, kemarin.

Bagi seorang perempuan, Derita mengaku melalui jalan rusak dan mendaki sangat sulit untuk sampai ke rumah siswanya di pedesaan ini.

“Ya kami jalan kaki, karna kami di sini rata-rata tenaga pengajar, guru semuanya, kami jalan kaki, dan karna kondisi jalan tanjakan ini bagi kami perempuan sangat sulit,” ungkapnya.

“Paling sulit kami pembelajaran dalam situasi covid saat ini bagi kami guru adalah tempatnya jauh. Siswa-siswa kita jauh pak,” terang Derita.

Karena jauhnya rumah-rumah siswa, Derita mengaku dalam satu hari hanya sekitar lima orang siswa yang mampu dikunjungi. “Yang bisa kami kerjakan ke rumah siswa ada sekitar lima orang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 177663 Marbun Dolok, Tumpak Sihombing, mengatakan, proses pembelajaran itu dilakukan dengan sistim luring.

“Karena kami tidak mempunyai jaringan tertentu. Dan rumah siswa kita juga jauh dari sekolah. Ada yang harus melalui jalan setapak,” kata Tumpak.

“Makanya demi kepentingan anak-anak didik kita, kita lakukan anak ini menjadi bisa, atau bisa mengikuti. Karena dulunya belajar di dalam kelas. Jadi bagaimana cara kita menjadikan anak didik kita tidak menjadi jenuh,” terangnya. (rtb)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *