Jembatan Penghubung Antar Desa Roboh, Kapolres Taput Turun Tangan

  • Whatsapp
FOTO: Kapolres Taput AKBP Jonner MH Samosir (Kiri) Meninjau Jembatan yang Roboh, Sabtu 8 Agustus 2020. (Foto: Dok_Istimewa)

SmartNews, Taput – Jembatan penyeberangan yang membentang di atas sungai Aek Puli penghubung antar dua desa di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara (Sumut), roboh akibat terkikis air, sehingga mengganggu aktivitas warga.

“Kondisi ini sudah berlangsung satu minggu. Jembatan ini merupakan penghubung antar desa dari Desa Dolok Sanggul ke Desa Lobusihim dan Desa Muara Tolang Kecamatan Simangumban,” ujar Kapolres Taput, AKBP Jonner MH Samosir kepada wartawan usai meninjau kondisi jembatan tersebut pada Sabtu (8/8/2020).

Bacaan Lainnya

“Jembatan penghubung ke dua desa tersebut sangat berefek besar bagi kehidupan masyarakat dua desa untuk menuju Kecamatan Simangumban, karena satu-satunya jalan yang dilintasi warga dua desa,” terang Jonner.
Warga Resah, Kapolres Taput Turun ke Lokasi

Kapolres Jonner Samosir mengatakan mendapatkan informasi bahwa masyarakat sudah resah akibat robohnya jembatan tersebut sehingga ia turun meninjau lokasi dan berkomunikasi dengan warga.

“Kehadiran kita di sini untuk melihat dan mendengar langsung keluhan masyarakat,” ucap Jonner.

Menurutnya, setelah mendapat informasi bahwa jembatan tersebut roboh, Kapolres sudah memerintahkan Kapolsek Pahae Jae, agar turun kelapangan dan menjalin kerjasama dengan uspika di kecamatan untuk melakukan upaya mengurangi keluh kesah warga.

“Karena kita tahu bahwa jembatan ini salah satu akses utama yang sangat penting,” terangnya.

Kapolres juga mengatakan sudah berkoordinasi dengan Bupati Taput, Nikson Nababan. “Saya juga sudah berkoordinasi dengan Bupati Taput agar perbaikan jembatan tersebut di lakukan sesegera mungkin,” jelasnya.

Pemkab Taput pun kini sudah menurunkan satu unit alat berat untuk melakukan perbaikan.

“Mudah-mudahan perbaikan jembatan ini akan segera dilakukan. Saya sangat prihatin melihat warga yang tinggal di dua desa ini. Karena jembatan ini sangat penting bagi kehidupan warga, baik kepentingan secara ekonomis dan hubungan sosial lainnya,” ungkapnya.

“Untuk mengurangi beban warga, kita juga memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat. Mudah-mudahan dengan apa yang kita berikan ini, bisa mengurangi beban warga akibat rusaknya jembatan ini,” tandasnya. (pr_snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *