Pria Ini Tiduri Anak Tiri Gegara Istri Sering Tolak Bercinta

  • Whatsapp
FOTO: Ilustrasi.

SmartNews, Tapanuli – Polisi menangkap seorang pria di Tulungagung lantaran menyetubuhi anak tirinya berusial 13 tahun hingga hamil 7 bulan.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ardyan Yudho Setyantono, mengatakan, pelaku berinisial SJT (48) warga Kecamatan Pucanglaban.

Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan barang bukti pakaian korban serta satu unit rokok elektrik atau vape.

“Pelaku kami amankan atas laporan dari orang tua kandungnya (korban),” kata AKP Ardyan, Jumat (9/10/2020).

Menurut Ardyan, dari hasil pemeriksaan pelaku dan korban, kasus persetubuhan terhadap anak tiri itu terjadi sejak September 2019 hingga Mei 2020.

Dijelaskan, aksi bejat tersangka terbongkar setelah nenek korban curiga dengan tingkah laku korban yang mirip orang mengidam.

“Jadi awalnya itu korban tidak tahu kalau dia hamil. Namun nenek dari korban ini curiga karena korban sering menciumi sabun atau wangi-wangian, mirip saat sang nenek waktu hamil dulu,” kata Ardyan.

Kecurigaan si nenek akhirnya disampaikan ke ibu kandung korban, dan meminta agar anaknya segera diperiksakan ke rumah sakit.

Terlebih sebelumnya korban sempat mengeluh sakit lambung dan selalu ingin muntah. “Dari pemeriksaan di rumah sakit akhirnya diketahui jika korban telah mengandung,” ujarnya.

Korban diminta oleh orangtuanya berterus terang tentang kondisi yang dialami selama ini. Korban pun akhirnya buka suara kalau dirinya sering dipaksa berhubungan intim oleh ayah tirinya.

“Kalau berapa kalinya tidak ingat, tapi yang jelas minimal satu bulan sekali selaku dilakukan,” katanya.

Untuk menutupi aksi bejatnya, tersangka selalu mengancam korban tidak akan memberikan nafkah kepada keluarga jika melapor.

Tak sampai di situ, tersangka juga mengiming-imingi korban dengan uang Rp 150 ribu serta rokok elektrik atau vape.

“Perbuatan itu dilakukan tersangka di rumah istrinya di Kecamatan Kalidawir, karena setelah menikah tiga tahun, dia tinggal di sana. Tersangka melancarkan aksinya saat rumah sepi, karena istrinya kan guru,” terang Ardyan.

Dia menambahkan, saat ini tersangka diamankan di Polres Tulungagung dan dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka SJT, ia nekat melakukan perbuatan bejat tersebut lantaran istrinya kerap enggan melayani saat diajak berhubungan badan.

“Karena saya dulu pernah dirawat di RSJ Lawang karena sakit sini (menunjuk kening), dia nggak mau kalau saya ajak,” aku tersangka SJT. (dtc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *