5 Tahun Tak Bersama Istri, Suami Ditemukan Tewas di Tapanuli Utara

  • Whatsapp
FOTO Korban dan keluarga yang histeris menangis. (Foto: Dok_Istimewa)

SmartNews, Tapanuli – Seorang laki-laki bernama Bonar Hasudungan Lumbantobing ditemukan tewas di rumah kontrakannya, Kamis (22/10/2020). Saat ditemukan, korban warga Jalan Raja Johannes Hutabarat Desa Hapoltahan, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara (Sumut) itu sudah mengeluarkan aroma tak sedap. Korban diketahui sebagai pekerja harian lepas (PHL) di UPT Bina Marga Provsu.

Kapolres Taput, AKBP Jonner MH Samosir melalui Kasubbag Humas, Aiptu Walpon Baringbing membenarkan peristiwa tersebut.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Walpon, setelah pihaknya mendapatkan informasi tersebut, Unit Inafis Polres Taput bersama personil Polsek Sipoholon langsung turun ke TKP.

Polres Taput juga berkoordinasi dengan Satgas Gugus Tugas dalam olah TKP, mengingat saat ini masih pandemi Covid-19.

Menurut Walpon, dari hasil keterangan yang berhasil dihimpun polisi dari saksi yakni, Sahat Sigalingging, teman korban, bahwa dirinya bersama Bonar Hasudungan Lumbantobing pada Senin (19/10/2020) masih sama-sama bekerja di daerah Toba. “Pada pukul 21.00 WIB, Sahat Sigalingging mengantar korban ke rumah kontrakannya,” jelas Walpon.

Korban yang sudah 5 tahun tak bersama istrinya (berjauh-jauhan), pada Selasa pagi (20/10) sekitar pukul 05.00 WIB, kemudian dijemput oleh Sahat Sigalingging ke rumah kontrakan korban agar mereka kembali bekerja.

“Namun beberapa lama mengetuk-ngetuk pintu rumah kontrakan korban tidak ada sahutan, sehingga saksi pergi,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Walpon, berdasarkan keterangan tetangga, korban juga jarang keluar rumah selama dua hari terakhir. Hal itu tidak biasa terjadi.

“Hingga kemudian pada Kamis (22/10) pukul 13.00 WIB, tetangga korban mencium ada bau busuk dari rumah korban, sehingga merasa curiga dan melaporkannya kepada pemilik rumah Jetro Hutabarat,” jelas Walpon.

Pemilik rumah dan tetangga selanjutnya melaporkananya kepada kepala desa dan menghubungi polisi.

“Setelah anggota kepolisian tiba di TKP, bersama dengan warga dan kepala desa kemudian mendobrak pintu rumah, dan ternyata korban sudah telentang di ruang tengah dengan kondisi sudah meninggal dan mengeluarkan bau busuk,” ujarnya.

“Kemudian tim kita melakukan olah TKP serta menghadirkan Satgas Gugus Tugas Covid-19 Taput dengan pakaian APD lengkap untuk mengantisipasi Covid-19,” tambahnya.

Menurut Walpon, dari hasil penyelidikan terhadap tubuh korban, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Mengetahui peristiwa ini, istri korban Mariani Simorangkir langsung turun ke lokasi kejadian. “Terkait peristiwa itu, istri dan anak-anak korban membuat pernyataan agar jenazah korban tidak dilakukan autopsi, karena pihak keluarga tidak curiga bahwa kematian korban tidak ada dugaan tindak pidana,” katanya.

Setelah polisi melakukan olah TKP, jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSU Tarutung. “Dan sesuai dengan kesepakatan keluarga, jenazah korban dikebumikan hari ini,” Walpon menambahkan. (snt_ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *