Sebelum Bertemu Ashraf, BCL: Gue Pikir Cinta Semenyakitkan Itu

  • Whatsapp
Bunga Citra Lestari (Foto: instagram_bclsinclair)

SNT – Bunga Citra Lestari atau BCL memiliki masa kecil yang begitu rumit. Ia mengaku tidak memiliki sahabat yang tumbuh dewasa bersamanya, karena kebiasaan orangtuanya yang berpindah-pindah tempat.

Hal itu disampaikan penyanyi berusia 37 tahun tersebut dalam sebuah tayangan YouTube bertajuk Love Story #1 BCL Sebelum & Sesudah Ashraf di channel miliknya.

Bacaan Lainnya

BCL kepada Daniel Mananta menceritakan sulitnya dirinya untuk terus beradaptasi dengan lingkungan dan pertemanan di sekitarnya di usia yang sangat muda.

“Aku nggak mengatakan itu menyedihkan tapi nggak mudah aja. Itu nggak mudah untuk anak di umur yang masih terus harus pindah terus, gue nggak punya temen yang dari kecil sama terus sampe gue dewasa gitu. Gue nggak punya itu,” ungkap BCL dilihat detikcom pada Sabtu (13/2/2021).

Ada banyak kesulitan yang dialami ibu satu anak tersebut di dalam hidup dan karier, hingga akhirnya ia bertemu dengan Ashraf Sinclair.

“Jadi gue pikir cinta itu memang semenyakitkan itu, seberat itu,” ungkapnya. “Terus gue ketemu Ashraf, terus gue kayak,’Oh, nggak lo’. Itu nggak seperti itu, itu sangatlah mudah,” sambung BCL.

Dia pun merasakan untuk pertama kalinya diterima sebagai dirinya sendiri oleh orang lain di luar keluarganya.

BCL pun menyebut jika Ashraf menerima dirinya apa adanya, dan tak berekspektasi seperti orang-orang lainnya.

Bahkan katanya, kalau Ashraf Sinclair sangat memahami dirinya, termasuk soal dirinya yang selalu terlihat tangguh di depan orang-orang demi menutupi rapuhnya.

“Kadang gue merasa sebelumnya kok berat ya untuk mencoba memiliki koneksi dengan seseorang itu berat ya. Terus menerima orang dengan kekurangannya dan gue diterima dengan kekurangannya atau kelebihannya. Dan Ashraf itu kayak bisa ngeliat gue yang kuat tapi dia bisa cinta sama gue yang lemah,” ujarnya.

BCL pun mengatakan kalau dirinya sejak remaja sudah memikirkan untuk mencari suami yang bisa menjadi rekan hidupnya, bukan seseorang yang bisa mengaturnya atau menafkahi dirinya.

Hal itu karena dirinya tidak pernah berpikir kalau telah memiliki suami maka hidupnya jadi lebih mudah. BCL pun ingin dirinya tetap bekerja seperti halnya sebelum menikah dan tetap menjadi wanita yang mandiri.

“Jadi memang gue menemukan orang yang tepat yang bisa menghargai pemikiran gue itu. Nggak merasa terbebani dengan apa yang sudah gue punya, sudah gue capai. Dia mengagumi itu dan buat gue itu sesuatu yang gila banget,” lanjutnya.

Namun kini BCL kehilangan cinta sejatinya tersebut. Ashraf Sinclair meninggal dunia pada 18 Februari 2020 di RS Metropolitan Medical Center (MMC) Jakarta.

Jenazah pria berdarah Malaysia itu dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. (dtc/snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *