Gubsu Minta Kasatpol PP Sumut yang Baru Tidak Takut Pada Siapapun

  • Whatsapp

SNT, Medan – Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi melantik Tuahta Ramajaya Saragih sebagai Kepala Satuan Polisi Pramong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Sumut, Selasa (9/3/2021) kemarin, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan.

Dalam arahannya, Edy Rahmayadi meminta Kasatpol PP yang baru, tidak takut kepada siapapun dalam menegakkan peraturan.

“Satpol PP adalah benteng organisasi ini (Pemprov Sumut), penegakan segala peraturan daerah. Bertindaklah sesuai dengan peraturan yang berlaku, hadapi siapapun yang melanggar aturan, saya minta anda tegas dan pastikan anda mampu melakukan itu,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga meminta kepada Kasatpol PP untuk mempersiapkan personelnya baik secara jasmani, psikologi dan juga pengetahuan. Dengan begitu, personel Satpol PP bisa bertugas dengan baik di lapangan.

“Siapkan dengan baik personel anda, sehingga mereka siap melakukan tugas di lapangan. Di lapangan kebanyakan anda akan berhadapan dengan masyarakat pelanggar, jadi harus mampu secara jasmani dan juga psikologi sehingga terwujud Satpol PP yang mengayomi, melindungi rakyat kita,” kata Edy.

Dengan dilantiknya Tuahta sebagai Kasatpol PP yang baru, jabatan eselon II di Pemprov Sumut yang belum terisi adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Edy Rahmayadi mengatakan akan segera melantik Kepala Disdukcapil setelah rekomendasi turun dari Komisi Aparatur Sipil Negara.

“Belum, rekomendasi dari KASN belum turun, bila sudah turun tentu akan segera kita lantik,” ujar Edy Rahmayadi pada acara pelantikan yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat tersebut.

Tuahta yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu mengatakan akan mulai meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Satpol PP Sumut.

Hal ini bertujuan agar para personel Satpol PP tidak gagap ketika bertindak di lapangan. “Yang pertama perlu kita tingkatkan itu dari internal, kita akan meningkatkan kualitas SDM kita, pengetahuan mereka, fisik mereka dan juga psikologis. Dengan begitu personel kita siap untuk turun ke lapangan berhadapan langsung dengan masyarakat, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan,” kata Tuahta yang merupakan lulusan program pascasarjana Universitas Gajah Mada. (snt/is)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *